BolaSkor.com - Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) telah menunjuk pelatih Italia U21, Luigi Di Biagio, sebagai pelatih interim (sementara) tim nasional Italia. Ia ditunjuk untuk mengisi kekosongan kursi pelatih Italia pasca FIGC mendepak Gian Piero Ventura.

Ventura dipecat setelah gagal membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2018 - pertama sejak tahun 1959. Italia kalah agregat gol 0-1 dari Swedia di fase play-off. Sejarah kelam itu juga menyebabkan mundurnya Carlo Tavecchio dari jabatan Presiden FIGC, serta pensiunnya empat penggawa veteran Italia, Daniele De Rossi, Giorgio Chiellini, Andrea Barzagli, dan Gianluigi Buffon.

Dalam kondisi limbung, dan FIGC belum memiliki presiden baru, jabatan tertinggi sementara ditempati komisioner Roberto Fabbricini dan asistennya yang notabene legenda AC Milan, Billy Costacurta. Mereka pun sepakat, untuk sementara posisi pelatih Timnas Italia dipegang oleh Di Biagio, yang akan memimpin Italia melawan Inggris dan Argentina di laga uji coba.

Di Biagio memang mengisi kursi pelatih Gli Azzurri - julukan Timnas Italia. Namun pertanyaan timbul, "Sampai kapan?". Di Biagio bisa saja statusnya berubah dari interim ke pelatih permanen, jika mampu meyakinkan petinggi FIGC dan publik. Tapi jika tidak, siapa kira-kira yang akan menggantikannya?

1. Roberto Mancini

Melatih tujuh klub profesional seharusnya sudah cukup bagi Mancini untuk melatih Timnas Italia. Oleh karenanya wajar, jika FIGC menjadikannya kandidat pelatih Italia. Sepanjang karier kepelatihannya, Mancini belum pernah melatih timnas.

Klub-klub yang sudah dilatih Mancini adalah: Fiorentina, Lazio, Inter Milan, Manchester City, Galatasaray, Inter (periode kedua), dan saat ini melatih Zenit Saint Petersburg. Mancini masih terikat kontrak dengan Zenit. Namun, jika FIGC benar menginginkannya, mungkin Mancini akan tergoda.

2. Carlo Ancelotti

Opsi yang paling realistis dan masuk akal terjadi. Sejak dipecat Bayern Munchen menjelang tahun 2017 silam, Ancelotti belum melatih klub atau timnas saat ini. Tampaknya, ia masih menimang-nimang tawaran yang datang kepadanya, termasuk dari mantan klub yang pernah dilatihnya, AC Milan.

CV kepelatihan Carletto -sapaan akrab Ancelotti- sudah tidak usah dipertanyakan lagi. Ia sudah menekuni karier kepelatihan sejak tahun 1995, dan saat ini usianya sudah berumur 58 tahun. Ancelotti sebenarnya tepat untuk memimpin era baru Italia.

3. Antonio Conte

Nama yang satu ini diunggulkan karena pengalamannya, yang pernah melatih Italia dari tahun 2014 hingga 2016. Dalam kurun waktu yang singkat, Conte menjadikan Italia sebagai tim yang tangguh dan sulit dikalahkan.

Puncaknya terjadi di Euro 2016. Conte membawa Italia ke perempat final, sebelum kalah drama adu penalti melawan rival bebuyutan, Jerman. Kesulitan FIGC untuk mengembalikannya ke kursi kepelatihan Italia adalah kontraknya saat ini bersama Chelsea.

Meski Conte tengah diisukan bakal dipecat Chelsea, menyusul hasil buruk belakangan ini, Conte sudah menegaskan akan kembali melatih klub. Jadi, tipis harapan baginya kembali menukangi Timnas Italia.

4. Cesare Prandelli

Pelatih berusia 60 tahun ini juga tidak asing lagi dengan Timnas Italia. Prandelli pernah melatih Italia pada medio 2010-2014. Pencapaiannya pun tidak buruk-burut amat. Pada Euro 2012, Prandelli membawa Italia ke final, meski akhirnya kalah telak 0-4 dari Spanyol.

Sayang, di Piala Dunia 2014, Italia kandas prematur di fase grup. Usai melatih Italia, Prandelli sempat melatih Galatasaray, Valencia, dan Al-Nasr. Saat ini, Prandelli standby 24 jam dan siap siaga jika dipanggil FIGC.

5. Claudio Ranieri

Dosa besar rasanya jika dalam karier kepelatihan Ranieri, ia tidak pernah melatih Timnas Italia. Sejak tahun 1986 hingga saat ini, Ranieri telah melatih banyak klub, dan sempat melatih Timnas Yunani di tahun 2014.

Dengan pengalaman segudang dan usianya yang saat ini berumur 66 tahun, FIGC harus mencoba merekrut Ranieri yang tengah melatih Nantes. Barangkali, Ranieri bisa menghadirkan kejutan seperti halnya saat membawa Leicester City juara Premier League 2015/16.