BolaSkor.com - Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2018 bersama dengan Kapolda Jawa Barat, Irjen Agung Budi Maryoto, mengecek kesiapan venue pembuka ajang pramusim, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Pengecekan dilakukan di tengah-tengah kabar tidak sedap soal pemakaian GBLA.

Kabar itu muncul setelah Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto, angkat bicara soal rencana pemakaian GBLA, termasuk untuk partai pembuka Piala Presiden 2018.

Menurut Gatot, GBLA dilarang untuk dipergunakan. Larangan itu dijelaskan datang dari pemerintah pusat.

Sebabnya GBLA sedang direnovasi. Tak hanya GBLA, stadion lain yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018 sementara dilarang dipakai karena renovasi yakni Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Patriot (Bekasi), Stadion Pakansari (Bogor), dan Stadion Wibawa Mukti (Cikarang).

Jika dipaksakan, Sesmenpora memperkirakan bahwa proses renovasi akan mundur satu bulan. Sehingga kesiapannya untuk Asian Games bisa menjadi tanda tanya.

Pengecekan oleh Ketua OC Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait bersama Kapolda Jabar dilakukan Rabu (10/1) sore. Beragam fasilitas dilihat di antaranya lapangan, tribun penonton, ruang media, hingga lokasi yang akan ditempati oleh Presiden Joko Widodo pada saat pembukaan pada 16 Januari.

Ketua OC juga menjelaskan tentang pelaksanaan upacara pembukaan secara detail kepada Kapolda Jabar. Termasuk diantaranya penjelasan soal seremonial pembuka, kemungkinan jumlah penonton yang datang, hingga pada teknis pengamanan Presiden pada saat datang dan selama berada di dalam stadion.

"Sekali lagi, semua dilakukan agar proses upacara pembukaan bisa berjalan lancar dan sesuai standar. Bagaimana pun ini merupakan hajatan bersama," kata Maruarar dalam rilis.

"Standar pengamanan operasional sudah kami siapkan. Pada hajatan ini bukan melulu pengamanan pertandingan bola namun juga pengaman kepada Presiden. Pada prinsipnya, kami mendukung dan siap melakukan pengamanan. Kemungkinan kami akan mengerahkan 1500 personil. Itu belum termasuk tenaga pengaman dari TNI dan Paspampres,' jelas Irjen Agung Budi.