BolaSkor.com - Kabar yang bisa dibilang menyedihkan datang dari penyelenggara Piala Dunia 2022 direncakan bakal diselenggarakan di Qatar. Ada dugaan para tenaga kerja imigran asal Nepal terjebak lingkaran hutang dan eksploitasi dalam pembangunan stadion untuk ajang akbar empat tahunan tersebut.

Hal ini didasarkan penelitian baru oleh Amnesti Internasional. Dalam survei telepon terhadap 414 pekerja migran Nepal ditemukan bahwa 88% dari para pekerja tersebut harus membayar tinggi biaya agen pekerjaan mereka di luar negeri.

Bahkan dari hasil investigasi menyatakan hampir setiap hari satu pekerja dari Nepal tewas saat bekerja di Qatar. Amnesti Internasional sebenarnya pernah menurunkan laporan seperti ini sejak 2013 silam.

Masih menurut penelitian Amnesti Internasional, mengklaim dari hasil survei 53% atau lebih separuh para pekerja mengatakan hanya menerima gaji bulanan lebih rendah daripada yang dijanjikan kepada mereka oleh agen perekrutan. Ironisnya agen-agen tersebut dicurigai bersifat ilegal.

"Pekerja migran Nepal dibentuk secara sistematis dan dipaksa tanpa ampun mengambil pinjaman yang besar demi membayar biaya kepada agen untuk bisa bekerja di luar negeri," kata James Lynch, wakil direktur Program Isu Global Amnesti Internasional dilansir Sky Sports.

"Mereka merasa berhutang budi sehingga mereka tidak punya pilihan selain tetap bekerja. Ini diperparah dengan penegakan hukum pemerintah Nepal yang lemah. Sehingga para rentenir dan pemeras bisa bermain melakukan eksploitasi pekerja."

"Para pekerja terjebak dalam lingkaran setan hutang dan eksploitasi. Mereka terus dipaksa bekerja keras di luar negeri hanya untuk melunasi hutang-hutang mereka kepada rentenir."