BolaSkor.com - Kegagalan merupakan guru paling berharga. Ujaran tersebut menjadi inti dari perjalanan karier seorang Harry Kane.

Dalam tulisannya di The Players Tribune, Harry Kane berkisah mengenai pasang-surut perjalana kariernya sebagai pemain sepak bola. Kane mengungkapkan kegagalan yang dirasakannya pada awal usahanya menjadi pemain.

Kegagalan saat dirinya masih kecil yang hingga kini masih diingatnya. "Saya ingat hari itu. Saat itu saya bermain bersama tim muda Arsenal. Suatu hari saat berusia delapan tahun, saya berbicara dengan ayah. Dia berkata, 'Ada sesuatu yang ingin ayah sampaikan. Harry...Arsenal sudah melepas kamu."

Kane teringat ketika itu ayahnya tak memarahi atau mengkritiknya. Sang ayah hanya berusaha membuatnya tak patah semangat.

"Jangan khawatir Harry. Kita akan bekerja lebih keras. Kita akan mencari klub lain."

Melihat ke belakang, Kane sadar dirinya beruntung dilepas Arsenal. Dia juga beruntung memiliki ayah yang bijaksana. "Banyak ayah yang ingin anaknya jadi pemain akan bereaksi berbeda," ujar Kane.

Setelah dilepas Arsenal, Kane kecil berpetualang dari klub ke klub dan akhirnya kembali bermain di tim lokal. Di sinilah Kane terpantau oleh pemanda bakat dari Watford yang kemudian menawarinya menjalani trial.

Saat bersama Watford Harry Kane mulai merasakan ada hubungan khusus dengan Tottenham Hotspur. "Usai bertanding melawan tim muda Tottenham, saya berpikir kostum warna putih akan lebih bagus buat saya."

Pada periode yang sama pula Harry Kane mulai terbakar motivasinya dan teringat dengan kegagalannya bergabung dengan Arsenal. Padahal dulu dia tak pernah memikirkan hal tersebut. "Saya ingat pertama kali melawan tim muda Arsenal, seperti ada sesutau yang ingin saya buktikan. Dari situ, tiap kali melawan Arsenal saya selalu berpikir 'Ayo kita buktikan siapa yang benar, siapa yang salah,'."

Melihat ke belakang, Kane menyatakan penolakan Arsenal merupakan hal terbaik yang terjadi dalam perjalanan kariernya. Penolakan itulah yang membuatnya terlecut untuk lebih baik dan menjadi pemain seperti saat ini. Jika Arsenal tak melepasnya, mungkin saja tak akan Harry Kane yang saat ini sudah mencetak 100 gol di Premier League.