BolaSkor.com - Status sebagai juara Liga 2 2017 tak membuat Persebaya Surabaya melesat mengincar berbagai trofi yang tersedia di 2018. Buktinya Persebaya tidak ambil bagian di sejumlah turnamen pramusim. Bahkan, Persebaya hanya menargetkan menjadi tuan rumah yang baik di turnamen Piala Presiden 2018.

Pada ajang pramusim ini, Persebaya akan tergabung bersama Madura United, Perseru Serui dan PS TNI di Grup C. Melalui surat bernomor 013/OC-PP2018/I/2018 tertanggal 9 Januari kemarin, Grup C akan digeber di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

“Prinsip kami adalah siapapun lawannya kami harus siap. Target kami adalah menjadi peserta yang baik. Kami tidak muluk-muluk tapi bukan berarti kami mengalah. Kami ingin meraih hasil terbaik,” ungkap manajer Persebaya, Chairul Basalamah.

Tim berjuluk Green Force ini baru sepekan menggelar latihan. Itupun belum dalam komposisi skuat yang komplet. Sejak 4 Januari, sesi latihan Rendi Irwan Saputra dan kolega dipimpin asisten pelatih Esteban Horacio Busto. Malah, pelatih Angel Alfredo Vera dijadwalkan memimpin latihan pada 14 Januari mendatang.

Saat ini, total skuat utama Persebaya yang sudah dikontrak berjumlah 22 pemain. Tapi, salah satu penggawa Persebaya yakni Muhammad Hidayat masih berkutat dengan cedera. Karena itu Persebaya mendatangkan dua calon pemain magang dari klub internal, yakni gelandang Jossa Andika Dwi Pratama (Indonesia Muda) dan kiper Stevano Alexander Pietersz (Semut Hitam).

Serta dua pemain berstatus trial, yaitu mantan penjaga gawang Bali United Alfonsius Kelvan yang pernah berkiprah di klub internal Fatahillah 354. Lalu ada bek Arthur Irawan yang pernah berkostum Persija Jakarta, Borneo FC, Espanyol B dan Malaga B. Arek asli Suroboyo ini juga pernah memperkuat klub Liga Belgia Waasland-Beveran.

Kondisi ini disinyalir menjadi alasan utama Persebaya tidak membidik target tinggi di Piala Presiden 2018.
“Dengan asumsi tidak ada perubahan, persiapan kami tak sampai setengah bulan. Tapi tidak masalah, karena pelatih sudah memperhitungkan semuanya. Semua tim di grup kami, merupakan tim yang berstatus Liga 1. Sedangkan kami baru promosi,” ujar pria yang kerap disapa Abud ini.

“Kami hanya ingin tampil baik, mengukur kekuatan, dan mencoba pemain baru. Tak ada target. Jujur, kami sama sekali tak tahu kekuatan lawan. Tapi, kami tak mau memberikan kemenangan ke mereka begitu saja,” tutup keponakan dari legenda pemain dan pelatih Persebaya Surabaya maupun Timnas, Rusdy Bahalwan. (Laporan Kontributor Kurniawan/Surabaya)