BolaSkor.com - Menerima kartu kuning seharusnya menjadi hal yang lumrah dalam dunia sepak bola. Kartu itu merupakan simbol peringatan kepada pemain, agar tidak mengulang kesalahan yang sama. Tapi, jika kartu kuning diberikan tanpa dasar dan alasan yang kuat, maka tindakkan wasit akan dipertanyakan publik.

Contoh itu terjadi di Ligue 1, Prancis, pada pertandingan Nice kontra Dijon. Nice kalah 2-3. Namun, headline dalam laga tersebut adalah kartu kuning wasit Nicolas Rainville kepada Mario Balotelli. Eks pemain Inter Milan, AC Milan, Manchester City, dan Liverpool, itu tidak melakukan pelanggaran, melainkan melayangkan protes atas aksi rasial suporter kepadanya.

Tepatnya terjadi pada menit 72, Balotelli yang sudah kesal dengan chant rasis suporter, menunjukkan gestur agar fans diam. Namun ketika ia protes kepada Rainville, ia justru menerima kartu kuning. Sontak kampanye atau grup anti-rasial di Eropa bereaksi atas tindakkan tersebut.

"Liga Prancis merupakan salah satu liga yang berbeda di Eropa dan wasit seharusnya memahami serta bertindak serius, setelah pemain mengeluhkan soal rasisme," tegas Fare, selaku perwakilan badan anti-diskriminasi, diberitakan BBC Sport, Selasa (13/2).

LFP selaku operator Ligue 1 kabarnya tengah melakukan investigasi mengenai ejekan rasial fans kepada Balotteli. Akan tapi, kartu kuning yang diterima striker berusia 27 tahun itu tetap dikecam oleh badan anti-rasisme lainnya.

Mario Balotelli kembali menerima chant rasial dari suporter (AFP)

"Mario Balotelli seharusnya diberikan proteksi lebih dari wasit dan tim ofisial stadion, bukan kartu kuning ketika dia memberitahukannya (chant rasial) kepada wasit," cetus perwakilan Football Against Racism di Eropa. "Apa yang sudah jelas adalah rasisme dan tindakkan lainnya, jika diskriminasi berlanjut menjadi masalah besar di sepak bola Eropa. Maka perkembangan di beberapa negara akan berjalan lambat."

Protes yang sama juga dilayangkan oleh Kick It Out. Mereka heran atas kartu kuning yang diberikan Rainville kepada Balotelli, yang hanya sekedar memberitahu wasit bahwa rasial tengah terjadi dalam pertandingan sepak bola.

"Tidak dapat diterima dan salah melihat, sekali lagi, bahwa ofisial pertandingan gagal menjalankan protokol UEFA -selama bertahun-tahun- yang mana membutuhkan aksi nyata, untuk menghentikan pertandingan jika ada penghinaan rasial," tegas Kick It Out.

"Organisasi kami berharap adanya respon yang kuat dari persatuan sepakbola Prancis dalam mengutuk chat rasial dari suporter Dijon, serta kegagalan wasit untuk menjalankan protokol, juga keputusan untuk memberikan Balotteli kartu kuning, meski dia adalah korban," urainya.

Chant rasis yang didapatkan Balotelli ini sangat disayangkan. Meski kampanye anti-rasisme sudah berjalan sejak bertahun-tahun lamanya, masih ada saja oknum yang merusak keindahan sepak bola Eropa.