Kemenpora Minta PSSI Sungguh-sungguh Usut Tuntas Kematian Suporter Persita

Kemenpora Minta PSSI Sungguh-sungguh Usut Tuntas Kematian Suporter Persita Kericuhan antarsuporter terjadi seusai pertandingan Persita Tangerang melawan PSMS Medan di Stadion Mini Cibinong, Bogor, Rabu (11/10). Foto: Istimewa

BolaSkor.com - Sepak bola Indonesia kembali dirundung duka. Seorang suporter Persita Tangerang bernama Banu tewas setelah terjadi kericuhan antarsuporter Persita dengan PSMS di Stadion Mini Persikabo, Bogor, Rabu (11/10).

Kejadian bermula ketika suporter Persita turun ke lapangan karena tak terima timnya kalah 0-1. Pendukung PSMS yang didominasi prajurit TNI menerobos ke dalam lapangan dengan merusak pagar stadion. Kericuhan pun tidak terhindarkan.

Banu meninggal dunia karena pendarahan di bagian kepala meski sempat mendapatkan perawatan di RSUD Cibinong. Nahas, nyawa Banu akhirnya tak tertolong.


Suporter Persita, Banu, (Persita/Facebook)
Terkait tewasnya Banu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengeluarkan lima pernyataan terkait insiden ini.

1. Kemenpora menyampaikan pernyataan duka cita yang sangat mendalam atas meninggalnya Banu Rusman, suporter Persita Tangerang. Semoga Almarhum diterima di sisi Nya dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.

2. Kemenpora meminta dengan sungguh-sungguh agar PSSI mengusut tuntas masalah tersebut, supaya kejadian serupa tidak terulang kembali. Kemenpora telah mencatat bahwa dalam 6 bulan terakhir ini masih cukup banyak kekerasan yang sangat memprihatinkan yang terjadi di sejumlah pertandingan baik di Liga 1 dan Liga 2.

3. Kemenpora meminta dengan dengan sungguh-sungguh agar PSSI menindak tegas siapapun yang diduga keras baik langsung maupun tidak langsung atas terjadinya peristiwa yang memakan korban jiwa dan luka-luka tersebut. Tidak peduli apapun latar belakang terduga pelakunya, maka PSSI harus bertindak tegas, tidak perlu ragu sedikitpun dan harus obyektif.

4. Kemenpora juga meminta PSSI untuk melakukan percepatan pembinaan kualitas perwasitan secara nasional, karena terjadinya kerusuhan kadang sering terjadi karena kompetensi wasit yang cenderung kurang berkualitas dan kurang obyektif. Publik dan supporter menuntut adanya wasit yang berkomitmen tinggi dalam setiap pertandingan.

5. Seluruh rangkaian tuntutan Kemenpora tersebut semata-mata didasari oleh kebutuhan adanya kompetisi yang berkualitas, tertib, disiplin, aparat kemanan dan pertandingan yang tegas, dan yang paling penting adalah: sudah mulai meningkatnya harapan publik ada kualitas Timnas usia muda akhir-akhir ini yang berkualitas bagus. Jika satu demi satu kerusuhan dan jatuh korban tidak bisa diminimalisasi, maka tidak tertutup kemungkinan publik akan berkurang kepercayaan pada kompetisi yang berlangsung.

Sumber: MerahPutih.com

Leave a Comment