Kisah Kolektor Jersey Legendaris Klub-Klub Indonesia

Kisah Kolektor Jersey Legendaris Klub-Klub Indonesia Muhammad Saryuf saat perlihatkan koleksi jersey miliknya. (BolaSkor.com/Nofik Lukman)

BolaSkor.com - Virus jersey sedang melanda pencinta sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Mereka rela merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa mendapatkan jersey berstatus match worn atau yang pernah dipakai langsung oleh pemain.

Komunitas jersey pun bermunculan di setiap kota. Ada kumpulan jersey klub Eropa, ada pula yang hanya kesengsem dengan jersey klub-klub Tanah Air. Hal ini seperti yang tampak di Stadion Wujil Ungaran, Minggu (03/12/17) lalu. Komunitas dari wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkumpul bersama dengan memperlihatkan jersey andalan masing-masing komunitas.

Bagi komunitas jersey wilayah Solo, mereka tak perlu capek-capek untuk mengumpulkan jersey para anggotanya. Cukup koleksi seorang anggota saja, bisa dipastikan semua komunitas jersey yang hadir akan dibuat kagum. Dia adalah Muhammad Saryuf (25). Pria keturunan Yaman ini memiliki lebih dari 500 jersey klub Indonesia hingga mancanegara.

Bolaskor.com punya kesempatan untuk melihat koleksi mewah milik Muhammad Saryuf, di kediamannnya kawasan Pasar Kliwon, Solo, Senin (04/12/17) sore lalu. Ada tiga buah lemari di tiga ruangan berbeda yang digunakan untuk menampung seluruh koleksi jerseynya.

"Jauh sebelum jersey match worn heboh dalam beberapa tahun terakhir, saya sudah hobi mengumpulkan jersey pada 2005 lalu. Awalnya tertarik dengan jersey Persis Solo, kemudian senang juga koleksi jersey klub Indonesia dan luar negeri. Hampir semua match worn, tapi ada juga yang player issue," terang pria yang akrab disapa Mamed tersebut.

Jersey Persis Solo tetap paling dominan. Ada sekitar 60 jersey Persis Solo, jaman perserikatan hingga kompetisi sekarang. Dia juga punya puluhan jersey Arseto Solo, belasan jersey Persebaya Surabaya, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, dan mayoritas klub Perserikatan serta Galatama. Tentu yang tak bisa ditinggalkan adalah jersey Timnas Indonesia.

Bukan perkara mudah untuk mendapatkan jersey-jersey tersebut. Dia harus menebus mahal sebuah jersey penuh sejarah. Jersey milik Marzuki Nyakmad saat membawa Indonesia juara SEA Games 1987 ditebus dengan mahar seribu ringgit dari seorang kolektor jersey di Malaysia. Sering juga Mamed membelikan sepatu baru untuk bisa mendapatkan jersey match worn dari pemiliknya langsung.

Koleksi jersey Muhammad Saryuf. (BolaSkor.com/Nofik Lukman)

"Dulu tidak sengaja lihat jersey Marzuki saat di Malaysia. Saat itu saya langsung setuju ketika dihargai seribu ringgit. Sekarang mau ditawar belasan juta tidak akan saya kasihkan. Ini sangat langka. Saya belum pernah lihat ada kolektor di Indonesia punya jersey 1987 ini," tukasnya.

Namun tak semua harus dicari dengan susah payah. Saat mendapatkan jersey Arseto Solo milik Jenderal Sudirman, owner salah satu website suporter di Solo ini justru membelinya dari tukang sapu di Lapangan Kottabarat Solo. Jersey putih kombinasi biru bernomor punggung 6 itu dikenakan sang empunya saat membersihkan lapangan.

"Saat pertama lihat, saya yakin itu jersey asli milik Sudirman. Ya sudah langsung bayar di tempat. Sering kejadiannya seperti itu," ucapnya.

Hobi berburu jersey hingga kini masih dilakukan. Namun jersey-jersey lawas tetap menjadi bidikan utama. Mamed mulai membatasi berburu jersey klub Indonesia yang digunakan untuk kompetisi di atas 2014. Hal ini karena kebiasaan pemain yang bisa berganti jersey di setiap pertandingan.

"Zaman dulu jersey match worn terasa spesial karena dalam semusim, jersey-nya cuma satu per pemain. Bahkan saya punya jersey Arseto yang digunakan dalam dua musim kompetisi. Kalau sekarang, satu pertandingan kadang ada yang pakai dua buah. Jadi jersey dari seorang pemain, yang punya bisa belasan orang. Kebangaannya berkurang," tutupnya. (Laporan Kontributor Nofik Lukman/Solo)

Leave a Comment