BolaSkor.com - Beken ketika masih aktif bermain sebagai pesepak bola profesional, Mauricio Pochettino juga dinilai publik sebagai salah satu manajer top Eropa saat ini. Semua penilaian itu berdasarkan kontribusi yang telah diberikannya kepada Tottenham Hotspur selama empat tahun terakhir ini.

Tottenham sebelumnya tidak pernah diunggulkan sebagai kandidat titel Premier League. Namun kini, mereka konsisten bertarung di papan atas klasemen. Bukan cuma itu saja, manajer kelahiran Murphy, 2 Maret 1975 juga mengorbitkan talenta-talenta berbakat asal Inggris seperti: Harry Winks, Harry Kane, Dele Alli, dan Eric Dier.

Dele Alli dan Harry Kane (Michael Steele - Getty Images)

Pochettino mengombinasikan talenta berbakat itu ke dalam permainan yang enerjik, menghibur, dan ofensif di Tottenham. Berkat sentuhan magisnya di klub asal London Utara itu, Pochettino, cepat atau lambat, diprediksi akan melatih klub besar Eropa suatu saat nanti.

Pochettino bisa sampai di level ini bukan karena kebetulan. Gairah atau passion-nya kepada sepak bola sudah mendarah daging. "Hidup saya selama 24 jam membicarakan tentang sepak bola. Bagi saya, sepak bola ada di tiap percakapan, tiap aksi. Ini hidup saya, passion saya," kata Pochettino kepada BBC Sport, Sabtu (03/02).

Mauricio Pochettino (Michael Steele - Getty Images)

Sepak bola bukan hanya menjadi "hidup" bagi Pochettino. Tapi juga istrinya. Istri Pochettino, uniknya, bak menjadi pelatih "bayangan" bagi Pochettino dengan saran serta kritikan yang diberikannya mengenai sepak bola. Ini unik karena sepak bola selalu identik dengan kaum Adam (laki-laki).

"Selepas laga, istri saya memberikan saya banyak saran dan kritikan. Terkadang, saya marah. Saya berkata mengapa kamu memberi saran kepada saya? Tapi saya menyukainya, karena mendengarkan sudut pandang berbeda itu penting. Anda dapat menemukan perbedaan posisi atau sudut pandang, yang dapat membantu Anda lebih kreatif lagi," tutur Pochettino.

Melihat partisipasi keluarga, istri, dan teman. Wajar jika Pochettino begitu mencintai sepak bola. Toh, esensi sepak bola memang menyoal passion bermain, bukan karena godaan uang yang sudah identik dengan sepak bola modern ini.

"Bagi saya dan keluarga, sepak bola adalah hal terpenting, mereka berada di level yang sama. Tak mudah menemukan keseimbangan, tapi saya beruntung karena keluarga juga mencintai sepak bola," urai Pochettino.