BolaSkor.com - Liverpool mengamuk di leg pertama 16 besar Champions League. Tidak gentar bermain di Estadio do Dragao, markas FC Porto, The Reds bermain solid dan kolektif, serta klinikal di lini depan.

Pertandingan di Portugal menjadi panggung bagi trisula maut Liverpool unjuk gigi. Sadio Mane mencetak hattrick, yang diikuti masing-masing gol dari Roberto Firmino dan Mohamed Salah. Jurgen Klopp, manajer Liverpool, tak kuasa memberikan pujian kepada para pemainnya.

"Jelas (Liverpool tampil hebat). Kami bertahan dengan sangat baik dan ini penting. Seluruh gelandang bermain fantastis dan yang paling terpenting, tiga pemain di depan membantu kami. Mereka melakukannya dengan sikap yang sangat hebat," ucap Klopp.

Gol yang diciptakan tiga trisula lini depan Liverpool melanjutkan kegemilangan mereka musim ini. Firmino terus mencetak gol, Salah mencetak gol ke-30 di seluruh kompetisi, dan Mane kembali ke bentuk permainan terbaiknya. Secara khusus, Klopp memuji Mane dan Salah.

"Dia (Mane) memberikan jawaban yang tepat. Saya mengatakan kepadanya selepas laga berakhir, 'Akhirnya, Anda kembali'. Dia selalu jadi pemain penting, selalu fantastis bagi kami meski tidak berada di momen bagus. Inilah kualitas sebenarnya," puji Klopp kepada Mane, dilansir dari Telegraph, Jumat (15/2).

Sadio Mane cetak hattrick ke gawang Porto (Getty Images)

Sementara untuk Salah, Klopp tak ingin penyerang sayap asal Mesir itu berhenti mencetak gol di angka 30. Salah sendiri merupakan pembelian terbaik Liverpool di musim ini. Ia mencapai 30 gol lebih cepat dari eks Liverpool, George Allan, di tahun 1896.

"Jelas sekali di klub besar ini, jika seseorang menjadi yang tercepat kedua dan tercepat setelah bertahun-tahun yang lalu, maka ini membuat segalanya lebih menarik. Jadi, selamat (untuk Salah). Tapi, semoga saja golnya tidak berhenti," harap Klopp.

"Sadio telah kembali malam ini, dan Roberto

Roberto Firmino dan Mohamed Salah juga membobol gawang Porto (Getty Images)

kembali mencetak gol setelah etos kerjanya yang bagus. Jadi, ini semua benar-benar bagus," sambungnya. Satu kaki perempat final sudah dijejaki Liverpool, karena sulit rasanya melihat Porto membalikkan ketertinggalan 0-5 di markas yang angker, Anfield.