BolaSkor.com - St James Park menjadi tempat yang tidak bersahabat untuk Manchester United. Pada pekan 27 Premier League, Red Devils kalah oleh Newcastle United dengan skor 0-1 melalui gol tunggal Matt Ritchie.

Go Ritchie tercipta berawal dari duel bola udara yang dimenangi rekan setimnya, saat berduel dengan Paul Pogba, sebelum bola liar jatuh ke area kotak penalti Man United. Tanpa tedeng aling-aling, Ritchie, yang tidak terkawal, langsung menyambarnya.

Penampilan buruk Pogba itu seakan mempertegas kritikan yang diterimanya dari publik, yang juga diperuntukkan untuk Jose Mourinho, yang ngotot memainkannya sebagai pivot atau gelandang jangkar, di mana ia juga harus membagi tugas menyerang dengan bertahan.

Padahal, sudah jelas Pogba akan bermain lebih efektif dalam memaksimalkan potensinya, apabila bermain dalam formasi 4-3-3. Pogba lebih ofensif laiknya mezzala dan tidak terlalu banyak berpikir bertahan, karena ada dua gelandang di belakangnya.

"Saya harus berkata, Pogba saat buruk ketika membantu tim bertahan. Dia bahkan tidak melompat untuk merebut bola pertama (dalam proses gol Ritchie). Ini semua melengkapi harinya yang buruk. Dia tidak melalukan apapun yang dapat membantu tim dan dirinya (jika terus bermain buruk)," tutur legenda Manchester United, Gary Neville, mengenai performa Pogba.

Pada akhirnya, Pogba diganti di babak kedua oleh Mourinho dengan Michael Carrick. Publik mengira dua hal: Pogba cedera atau Mourinho kecewa dengan penampilannya. Mourinho pun memberi penjelasan.

"Tidak ada masalah (Pogba). Saya ingin cara yang lebih baik untuk keluar dari fase pertama melawan tim yang bertahan dengan sangat kompak. Saya mencobanya dengan kesederhanaan bermain Michael Carrick, dia mencoba membuat segalanya sederhana, dan mendekatkan Alexis (Sanchez) ke arena terdekat dengan (Romelu) Lukaku, di mana dia bisa jadi penyerang kedua untuk mencoba memenangi laga," tambah Mourinho di Sky Sports.

Menarik untuk dinanti, bagaimana kelanjutan kisah pemain seharga 89 juta poundsterling tersebut. Pogba bisa dicadangkan Mourinho jika terus tampil buruk, dan publik juga bisa semakin kritis kepada Mourinho, karena menempatkannya dalam peran yang mengecilkan potensinya.

Padahal, saat melawan Newcastle, Pogba, jika ditempatkan di posisi yang benar, dapat mempertajam serangan Man United dengan kemampuannya mengirim operan, mendribel bola, membuka ruang bagi rekan setim, dan juga menjadi solusi mencetak gol. Persis seperti perannya di Juventus, kala Pogba didampingi Arturo Vidal dan Andrea Pirlo di lini tengah.