BolaSkor.com - Dalam beberapa musim terakhir, manuver transfer gila-gilaan Manchester City dan Paris Saint-Germain (PSG) meresahkan publik, fans sepak bola. Keberadaan mereka, yang disokong investor kaya raya asal Timur Tengah, dianggap merusak esensi sepak bola.

Dengan uang "tak terbatas" yang mereka miliki, mereka dapat membeli pemain manapun yang diinginkan, bahkan dengan harga yang cenderung tidak masuk akal. Contohnya, seperti Neymar yang dibeli PSG di awal musim panas ini dari Barcelona sebesar 222 juta euro.

Baik Man City atau PSG, dituding menghalalkan segala cara untuk meraih sukses instan, tanpa memedulikan proyek jangka panjang. Apa yang mereka lakukan juga meningkatkan inflasi harga pemain. Singkat kata: uang adalah segalanya.

Akan tetapi, Unai Emery, pelatih PSG, memiliki pandangannya sendiri tentang kemunculan tim seperti Man City dan PSG. Kedua tim ini tidak memiliki tradisi sejarah yang kuat di Eropa dan liganya masing-masing di masa lalu. Namun, menurut Emery, publik seharusnya bersyukur melihat Man City dan PSG yang coba mengakhiri dominasi klub-klub tradisional Eropa seperti Barcelona, Real Madrid, Manchester United, dan Bayern Munchen.

"Klub-klub tradisional melihat kerajaan mereka diancam oleh PSG dan City, tim-tim dengan kemampuan finansial yang kuat. Saya pikir, keberadaan tim-tim baru ini bagus untuk sepak bola. Semuanya seharusnya bersyukur," ucap Emery di Dailymail, Sabtu (10/2).

"Saya selalu mengingat Real Madrid kala merekrut Zinedine Zidane, Cristiano Ronaldo, James Rodriguez. Dan juga Barca yang menebus klausul pembelian Rivaldo. Saat ini kami melihat hal tersebut di Prancis," sambungnya.

Emery sudah berbicara. Apakah Anda salah satu fans yang setuju klub sepak bola harus dibangun dengan cepat, demi kesuksesan instan? Atau Anda, salah satu fans yang masih percaya proses menuju kesuksesan merupakan hal yang mutlak dalam membangun klub sepak bola?