BolaSkor.com - Sepak bola saat ini bukan lagi seperti dahulu: kala passion atau gairah bermain melebihi segalanya. Kini, uang merupakan segalanya di era sepak bola modern. Bahkan, uang dengan jumlah fantastis diperlukan untuk membeli pemain berstatus bintang dunia.

Contoh yang mencolok terjadi musim ini. Neymar menjadi pionir yang berpotensi menyebabkan inflasi harga pemain, kala diboyong Paris Saint-Germain (PSG) dari Barcelona sebesar 222 juta euro. Belum lagi Ousmane Dembele dan Philippe Coutinho yang didatangkan Barca dengan akumulasi total melebihi 300 juta euro.

Neymar kala ditransfer sebesar 222 juta euro (Aurelien Meunier - Getty Images)

Di Eropa, hanya beberapa klub yang masuk kategori tim tajir alias kaya-raya, di mana mereka tidak ragu membeli satu pemain dengan harga yang mahal seperti: Manchester City dan PSG. Kekuatan finansial klub-klub seperti itu merusak persaingan sehat di liganya masing-masing.

Mereka cenderung mendominasi liga dengan kekuatan uang yang dimiliki. Hal ini pun menjadi kekhawatiran Arsene Wenger, manajer Arsenal, yang cukup beruntung telah melihat perubahan zaman. Wenger telah melatih Arsenal sejak tahun 1996 hingga saat ini.

"Ketika Anda melihat lima liga besar di Eropa, pada bulan Desember kami telah mengetahui adanya empat juara. Ini berarti ada yang tidak beres dengan sepak bola. Kekuatan finansial besar yang dimiliki beberapa klub, pada dasarnya merusak kompetisi," ucap Wenger, seperti dilansir BBC Sport, Sabtu (03/02).

Arsene Wenger (Clive Rose - Getty Images)

Wajar jika Wenger khawatir. Bukti terpampang nyata saat ini. Man City mendominasi Premier League dengan jarak 15 poin dengan rival terdekat, Manchester United. Begitu juga PSG di Ligue 1. Belum lagi Barcelona di La Liga, serta Bayern Munich di Bundesliga. Sejauh ini, persaingan yang cukup sengit terjadi di Serie A, di antara Napoli dan Juventus.