BolaSkor.com - Dalam kurun waktu dua tahun, Zinedine Zidane telah mempersembahkan delapan trofi untuk Real Madrid. Tentu ini bukan membahas kariernya yang fantastis sebagai pesepak bola profesional, melainkan karier kepelatihan.

Tiga trofi besar yang diraih di antaranya satu La Liga dan dua titel Liga Champions. Namun, semua raihan itu seakan dilupakan dengan cepat saat ini. Performa Real Madrid jauh menurun dibanding musim-musim sebelumnya. Mereka telah tersingkir dari Copa del Rey dan terpaut 19 poin dengan pemuncak klasemen La Liga, Barcelona.

Harapan satu-satunya bagi Madrid mengakhiri musim dengan trofi ada di ajang Liga Champions. Inkonsistensi El Real itu pun berujung sorotan kepada kinerja Zidane. Dalam dunia sepak bola modern, hasil adalah segalanya. Zinedine Zidane pun bisa dipecat jika performa Madrid terus menurun.

Tak ayal, pelatih berusia 45 tahun itu berada di bawah tekanan tinggi saat ini. Posisinya rawan dipecat. Kondisi Zidane ini pun turut menjadi perhatian Xavi Hernandez, legenda Barcelona, yang saat ini bermain di Qatar bersama Al-Sadd.

"Tentu saya saya mengagumi Zidane karena dia pesepak bola yang luar biasa hebat. Luar biasa menyaksikannya bermain. Luka saya melihatnya menderita di Real Madrid. Ini benar-benar disayangkan," papar Xavi, diberitakan Goal, Sabtu (03/02).

Zinedine Zidane dan Xavi Hernandez (The Straits Times)

"Semuanya telah mengagumi Zidane dan terus mengaguminya. Tak hanya sebagai pemain; dia seorang yang gentle, masuk akal, terhormat, dikenal oleh seluruh dunia sepak bola. Dia contoh untuk diikuti," sambungnya.

Untuk sesaat, Xavi melupakan rivalitas panas El Clasico antara Barcelona dengan Real Madrid. Ia tidak terlalu memikirkannya karena respek yang tinggi kepada Zizou - julukan Zidane.