BolaSkor.com - Bek sayap asing milik Persija Jakarta, Marco Motta tak mau ketinggalan untuk membentuk tim impiannya. Memakai pola 4-4-2, ia menempatkan satu pemain playmaker di belakang dua penyerang utama yang dalam sepak bola Italia disebut sebagai trequartisa.

Dari 11 pemain yang dipilih, Motta lebih banyak memilih pemain yang berasal dari Juventus dan AS Roma yang merupakan mantan klubnya sebelum ia bermain bersama Persija. Bahkan ada beberapa legenda tim yang ia masukan pada komposisi 11 pemain tersebut.

Untuk penjaga gawang, pemain yang baru saja berulang tahun ke-34 itu memilih Gianlugi Buffon. Menurut Motta, Buffon merupakan salah satu kiper yang paling konsisten bahkan hingga usianya mencapai 42 tahun ia masih bermain bersama Juventus.

Baca Juga:

Pelatih Persija Sergio Farias Ungkap Alasannya Aktif Bermain Instagram

Sergio Farias Kenang Pertemuan di K-League dan Sebut Shin Tae-yong Pelatih Berkarakter

Motta pernah bermain bersama Super Gigi di Juventus pada periode 2010 sampai dengan 2015. Semasa itu, Motta berhasil memberikan empat gelar Serie A. “Dia (Buffon) adalah kiper terbaik di dunia, dan sampai saat ini dia tetap menunjukkan penampilan yang luar biasa,” kata Motta.

Gianlugi Buffon. (Istimewa)

Sementara pada posisi lini pertahanan, di sisi bek sayap kanan ia menempatkan dirinya sendiri. Dua bek tengah ia pilih Andrea Barzagli dan Giorgio Chiellini, yang mengejutkan pada posisi sebelah kiri ia memilih Vincent Candela.

Pindah ke posisi gelandang, Motta memilih Andrea Pirlo sebagai pemain yang berada di belakang tiga gelandang lain. Motta menilai, Pirlo merupakan pemain yang sangat pandai dalam mengantur serangan, ia pun cocok berada dalam posisi tersebut.

Naik ke depan, ada nama Paul Pogba dan Daniele de Rossi. Dua pemain yang berbeda karakter. De Rossi yang memiliki gaya bermain bertahan yang cukup kuat diduetkan dengan Pogba yang pemain pintar dalam urusan menyerang.

Baca Juga:

Gelandang Persija Rohit Chand Mengaku Rindu Keluarga di Nepal

Cara Gelandang Persija Rohit Chand Atasi Kebosanan di Tengah Pandemi Virus Corona

Tak ketinggalan tentunya pangeran dari Roma, Francesco Totti, berdiri sebagai trequartista. Tak dimungkiri, pada masanya Totti adalah playmaker terbaik yang pernah dimiliki Italia dan Motta pun pernah bermainnya bersamanya pada tahun 2009 hingga 2010.

“Di posisi ini (trequartista) saya hanya punya satu nama karena dia adalah gambaran dari sepak bola itu sendiri. Dia adalah Francesco Totti,” ujar Motta.

Masuk ke posisi penyerang, Motta milih dua penyerang milik Juventus. Mereka adalah Alessandro Del Piero dan Carlos Tevez. Menurut Motta kedua pemain ini merupakan pemain yang mematikan dan dianggap yang terbaik pada masanya.

Alessandro Del Piero

"Dua penyerang yang luar biasa, sebuah kehormatan bagi saya bisa bermainn dengan kedua pemain tersebut. Mereka sudah mencetak banyak gol selama berkarier dan mereka merupakan penyerang papan atas," ujar Motta.

Untuk pelatih, Motta mempercayakan skuat ini kepada Delio Rossi. Mungkin banyak yang tidak tahu sosok pelatih ini, namun untuk Motta pelatih ini berperan sangat penting untuk kariernya.

"Saya memulai debut di Serie A, pada usia 18 tahun. Dia membawa saya dari tim kedua untuk bermain di tim utama. dan pertandingan itu sangat penting untuk saya karena saya menjalankan debut itu dan bisa bermain selama 90 menit," pungkas Motta.

11 Pemain Terbaik Marco Motta
4-4-2

Gianluigi Buffon

Marco Motta, Giorgio Chiellini, Andrea Barzagli, Vincent Candela

Daniele De Rossi, Andrea Pirlo, Paul Pogba, Francesco Totti

Alessandro Del Piero, Carlos Tevez

Pelatih: Delio Rossi