BolaSkor.com - Bek naturalisasi milik Persija, Otavia Dutra memilih 11 pemain untuk mengisi starting XI terbaik versinya. Pemain yang dipilih adalah nama yang pernah dan masih berkarier di Liga Indonesia.

Otavio Dutra memang sudah lama bermain di Indonesia. Terhitung selama 10 tahun pemain 36 tahun tersebut sudah malang-melintang di berbagai klub di Indonesia.

Dutra merasakan tiga gelar juara bersama tim berbeda, yaitu Persipura Jayapura, Persebaya Surabaya, dan Bhayangkara FC.

Otavio Dutra memakai formasi 4-3-3. Untuk sektor penjaga gawang, ia memilih eks-kiper Persipura, Yoo Jae Hoon. Menurut Dutra, kiper asal Korea Selatan itu punya komunikasi yang baik dengan bek, selain itu ia merupakan penjaga gawang yang berpengalaman di Liga 1.

Baca Juga:

Ismed Sofyan Sebut Dua Nama yang Bisa Mencairkan Suasana di Ruang Ganti Persija

Marc Klok Berharap Kabar Dilanjutkan Kembali Kompetisi Itu Benar

Adapun posisi bek tengah, ia memilih dirinya berduet bersama Bio Pauline. Di sisi kiri, ia memilih Rizky Pora dan Yustinus Pae. Dengan kombinasi seperti ini, ia yakin lini pertahanan tim akan bermain baik.

Masuk ke posisi gelandang, Otavio Dutra memilih tiga gelandang enegik. Ketiganya adalah Lim Jun Sik, Paulo Sergio, dan terakhir Evan Dimas Darmono. Ketiga gelandang ini memiliki tipikal bermain yang berbeda dan bisa berkolaborasi dengan baik.

Evan Dimas Darmono. (Media Persija)

“Tiga gelandang pilihan saya memiliki karakter dan kualitas individu yang baik. Seperti Evan misalnya sebagai gelandang dia juga lengkap," ujar Dutra seperti dilansir dari youtube Persija.

"Selain itu saya bisa katakan, Evan punya mobilitas bagus ditambah penempatan umpannya juga sangat akurat. Apalagi dengan ketiganya saya juga pernah meraih juara,” ia menambahkan.

Untuk sektor penyerangan, bek asal Brasil berstatus naturalisasi itu memilih tiga nama dan diyakini menjadi trio berbahaya di lini depan jika digabungkan. Mereka ada Alberto Goncalves, Boaz Solossa, dan Riko Simanjuntak.

“Boaz pastinya sangat istimewa, semua dia punya. Mungkin yang saya sayangkan dia tidak bermain di luar negeri. Sedangkan Riko memiliki grafik permainan yang bagus. Punya kualitas individu yang bagus serta agresif sebagai pemain sayap,” pungkas Dutra.

Alberto Goncalves. (Istimewa)