BolaSkor.com – Tidak ada arti pasti untuk menjelaskan makna Ginga. Guna menggambarkannya, Ginga adalah jiwa yang sudah ada dalam nadir darah atau diri orang Brasil; melalui cara mereka berjalan, berbicara, gaya hidup, yang menular di kehidupan sehari-hari.

Jiwa itu menular ke dalam bela diri khas Brasil, Capoeira. Asal usul kemunculan Capoeira di Brasil merupakan pengaruh yang dibawa budak-budak Afrika yang datang dari Angola dan Mozambik di masa lalu. Brasil mengadopsinya menjadi ilmu bela diri yang indah dilihat mata.

Dalam sepak bola, Ginga juga berpengaruh besar dalam permainan khas pesepakbola asal Negeri Samba. Edson Arantes do Nascimento alias Pele mempopulerkannya di era 50-an akhir dan awal 60-an.

Sebuah film berjudul “Pele: Birth of a Legend” diangkat ke layar lebar di tahun 2016 lalu. Film itu mengisahkan pemberontakkan yang dilakukan Pele di Piala Dunia 1958 yang berlangsung di Swedia, ketika sepak bola Brasil dikritik karena terlalu banyak memainkan Ginga dan pada akhirnya kalah di Piala Dunia 1950.

Brasil dituntut memenuhi permainan teknik ala negara-negara Eropa untuk sukses. Tapi Pele menentangnya, tetap menari-nari ketika ia menguasai bola dan sukses di Piala Dunia 1958. Titel Piala Dunia itu mengawali kisah manis, sejarah Pele dengan Brasil yang kemudian menjuarai Piala Dunia 1962 dan 1970.

Ginga sudah jadi ciri khas Brasil. Tidak akan lekang oleh waktu. Tak peduli meski saat ini Brasil dibilang lebih pragmatis di bawah asuhan Tite. Jiwa Ginga tidak akan pernah hilang.

Neymar, Vinicius Junior, Marcelo, Richarlison, Douglas Costa, beberapa contoh pemain terkini yang masih mewarisi gaya main ala Ginga: acapkali mendribel bola melewati lawan dan memiliki 1001 trik untuk melakukannya.

Apa yang dicapai Marcelo sejauh ini bahkan bisa dibilang fantastis. Dia bukan penyerang, penyerang sayap, atau gelandang sayap, tapi dapat menjadi solusi mencetak gol Real Madrid dan timnas Brasil. Posisinya adalah bek kiri.