BolaSkor.com - Sebanyak 18 anggota kepolisian yang terlibat dalam pengamanan pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10), telah diperiksa.

Mereka diduga bertanggungjawab atas insiden penembakan gas air mata yang dilakukan untuk membubarkan massa di dalam stadion. Buntut dari tindakan represif itu ratusan jiwa harus kehilangan nyawanya.

"Tim Litsus (Penelitian Khusus) dan Propam (Profesi dan Pengamanan) Polri sudah melakukan pemeriksaan terhadap 18 orang anggota yang bertanggung jawab sebagai operator senjata pelontar. Dimintai keterangan oleh Litsus dan Propam," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, seperti dimuat di ANTARA, Senin (3/10).

"Ini bagian dari materi yang didalami. Eskalasi yang di lapangan dengan SOP. Eskalasi kontigensi 'emergency' sifatnya bagaimana, kontingensi 'plan', dan 'emergency plan' bagaimana. Hal tersebut bakal diaudit," tambahnya.

Baca Juga:

Eks Penyerang Timnas Indonesia hingga Mantan Pimpinan KPK Jadi Anggota TGIPF Tragedi Kanjuruhan

Imbas Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Copot Kapolres Malang

Selain itu, kata Dedi, sembilan anggota Brimob Polri resmi dinonaktifkan imbas insiden di Kanjuruhan.

"Kapolda Jatim menonaktifkan Danyon (komandan batalyon), Danki (komandan kompi), Danton (komandan pleton) Brimob sebanya sembilan orang," tutur Irjen Dedi.

Nantinya kesembilan orang tersebut akan diperiksa oleh Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang dibentuk oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Republik Indonesia, Mahfud MD.

"Semua dalam proses riksa oleh tim malam ini," katanya.

Berikut daftar anggota Brimob yang dinonaktifkan:

1. Komandan Batalyon AKBP Agus Waluyo
2. Komandan Kompi AKP Hasdadarmawan
3. Komandan Peleton Aiptu Solikin
4. Komandan Peleton Aiptu M Samsul
5. Komandan Peleton Aiptu Ari Dwinarto
6. Komandan Kompi AKP Untung Sudjadi
7. Komandan Kompi AKP Danang Sasongko
8. Komandan Peleton AKP Nanang Pitrianto
9. Komanda Peleton Aiptu Budi Purnanto