BolaSkor.com - Ole Gunnar Solskjaer masih menjabat sebagai manajer Manchester United, tetapi itu bukan berarti posisinya sudah aman menyusul kekalahan 0-5 dari Liverpool di Old Trafford pada pekan sembilan Premier League.

Kekalahan biasa sedianya tidak memberikan tekanan yang teramat besar untuk manajer, tetapi hasil dari Liverpool itu berbeda untuk Solskjaer. Pasalnya The Reds seteru abadi Man United dan kekalahan itu terjadi di Old Trafford.

Parahnya lagi United bermain dengan 10 pemain pasca Paul Pogba dikartumerah di babak kedua, tak lama setelah ia masuk bermain. Selain itu tim tuan rumah tak punya harapan menang atau melakukan comeback dengan cara mereka bermain: tanpa hasrat merebutkan bola dan identitas bermain.

Baca Juga:

Sikap Teladan Cristiano Ronaldo di Tengah Isu Pemecatan Ole Gunnar Solskjaer

5 Momen Pembantaian Manchester United oleh Sang Rival, Liverpool

Menilai Performa 10 Rekrutan Man United di Era Solskjaer

Ole Gunnar Solskjaer

Itu semua, terlebih setelah sebelumnya kalah 2-4 dari Leicester City, semakin menambah tekanan kepada Solskjaer. Beberapa kandidat penggantinya muncul dari Erik ten Hag, Mauricio Pochettino, Zinedine Zidane, hingga Antonio Conte.

Nama yang disebut terakhir dikabarkan jadi kandidat utama pengganti Solskjaer. Conte pun layak menggantikannya, apa alasannya?

1. Reputasi di Eropa

Reputasi Antonio Conte di Eropa sudah berbicara banyak. Dengan juventus, Chelsea, dan Inter Milan, Conte sudah membuktikan mampu memberikan titel liga dan kesuksesan dengan filosofi bermainnya.

Memang di masa lalu United pernah merekrut Jose Mourinho dengan CV yang bagus seperti Conte, tapi karakter keduanya tidak sama. Conte memang menuntut ke manajemen, tapi ia melakukannya untuk kebaikan klub.

2. Memaksimalkan Kualitas Skuad

Conte memang identik dengan formasi tiga bek dan tidak semua pemain cocok dengan gaya mainnya. Kendati demikian Conte tahu bagaimana memaksimalkan pemain-pemain di dalam skuadnya.

Pemain-pemain Man United yang tak 'dipakai' Solskjaer seperti Donny van de Beek, Alex Telles, Diogo Dalot, bisa saja menjadi seperti Victor Moses-nya Conte seperti saat ia melatih Chelsea.

Antonio Conte dengan passion sepak bolanya

3. Mentalitas

Passion sepak bola yang dimiliki Conte sudah tidak perlu diragukan lagi. Conte merayakan selebrasi gol bak ia bermain langsung di pertandingan dan passion itu salah satu hal yang hilang di Man United.

Apabila mentalitas yang dimiliki Conte dapat ditularkan dalam skuad United, dalam kondisi skuad terkini, kebangkitan Red Devils bukan lagi isapan jempol belaka.