BolaSkor.com - Pembalap Ecstar Suzuki, Joan Mir, memuncaki klasemen sementara MotoGP 2020. Terdapat sejumlah alasan Mir berpeluang besar memenangi musim ini.

Mir memuncaki klasemen tanpa sekali pun memenangi seri MotoGP 2020. Andai menjuarai musim ini, dia bakal menciptakan sejarah sebagai pembalap pertama yang melakukannya.

Sebelumnya, minimal pemenang MotoGP memenangi dua seri di musim yang sama. Terdapat tiga pembalap yang melakukan itu, Leslie Graham, Umberto Masetti, dan Nicky Hayden.

Baca Juga:

Andai Juara MotoGP Tanpa Menangi Seri, Joan Mir Keren

MotoGP 2021 Bakal Dibuka Dua Balapan Langsung di Qatar

Pada kelas lain, terdapat nama Emilio Alzamora. Di Kejuaraan Dunia 125cc 1999, Alzamora keluar sebagai pemenang meski tidak sekali pun meraih kemenangan seri.

Hasilnya, Mir pun mulai disandingkan dengan Alzamora. Satu di antaranya muncul dari pembalap Pramac Ducati, Jack Miller, yang membandingkan keduanya.

Dari 11 balapan yang sudah berlangsung, Mir mengoleksi 137 poin. Jumlah tersebut unggul 14 angka dari Fabio Quartararo di peringkat kedua.

Akan tetapi, Quartararo bukan satu-satunya pembalap yang perlu diwaspadai Mir. Setidaknya ada dua pembalap lain yang berselisih tipis dengannya, Maverick Vinales dan Franco Morbidelli.

Beruntung bagi Mir, saat ini dirinya memiliki keunggulan dibandingkan para pesaingnya. Berikut ini BolaSkor.com merangkum tiga alasan Mir bakal keluar sebagai pemenang MotoGP 2020.

Performa Saat Balapan Mumpuni

Joan Mir

Satu di antara kelemahan Mir sepanjang MotoGP 2020 adalah kerap kesulitan saat kualifikasi. Namun, hal tersebut tidak memengaruhi performanya ketika balapan berlangsung.

Terbukti, Mir sering memulai balapan dari barisan ketiga. Pembalap asal Spanyol tersebut terpaksa memacu motornya lebih cepat karena harus mengejar sejak awal balapan.

Berdasarkan hasil, Mir sukses tampil konsisten meski memulai balapan dari posisi sulit. Itu menjadi bukti mentalnya adalah pembalap saat balapan, tetapi bukan kualifikasi.