BolaSkor.com - Perlahan Manchester United menyelesaikan urusan terkait transfer di bursa transfer musim panas serta kontrak. Usai merekrut Tom Heaton dan Jadon Sancho, Red Devils memperpanjang kontrak sang manajer, Ole Gunnar Solskjaer.

"Ole Gunnar Solskjaer telah menandatangani kontrak baru di Manchester United yang akan membuatnya di klub setidaknya hingga 2024, dengan opsi (perpanjang) untuk satu tahun lagi," tutur pernyataan di situs resmi Man United.

Ed Woodward, CEO Man United, menuturkan alasan klub memperpanjang kontrak manajer asal Norwegia yang sudah menangani tim sejak Desember 2018.

"Ole dan stafnya telah bekerja tanpa lelah meletakkan fondasi untuk kesuksesan jangka panjang di lapangan," ucap Woodward dikutip dari laman resmi United.

Baca Juga:

Nihil Gelar Lagi, Ole Gunnar Solskjaer?

Solskjaer Bicara Tentang Nasib Jesse Lingard di Manchester United

Belum Persembahkan Trofi, Kontrak Solskjaer Tetap Diperpanjang Man United

"Hasilnya semakin terlihat selama dua musim terakhir dan kami semua menantikan untuk melihat tim yang menarik ini berkembang lebih jauh di tahun-tahun mendatang."

"Apa yang sangat menyenangkan adalah bagaimana kemajuan ini dicapai dengan perpaduan antara pemain muda, talenta lokal dan rekrutan kelas atas, bermain sepak bola menyerang dalam tradisi terbaik Manchester United. Kami lebih percaya diri dari sebelumnya di bawah kepemimpinan Ole, kami menuju ke arah yang benar," yakin dia.

Legenda Man United itu belum mempersembahkan satu pun trofi untuk klub sejak melatih pada Desember 2018, tetapi keputusan klub memperpanjangnya sudah tepat. Mengapa demikian? Menilik dari banyak referensi media, berikut alasannya:

1. Perkembangan

Perkembangan atau progres merupakan suatu hal yang langka di sepak bola modern ini. Mengapa? Sebab, banyak klub yang sudah tidak sabar menanti hasil yang tak kunjung datang hingga akhirnya memecat pelatih.

Jika sudah demikian maka segala yang dibangunnya akan kembali ke awal di pelatih yang baru. Dari aspek perkembangan itu Solskjaer telah memperlihatkannya dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Man United sudah menjadi pesaing kompetitif perebutan titel Premier League musim lalu, bersaing di empat besar, dengan bermodalkan kombinasi pemain muda, bertalenta, dan matang berpengalaman.

Perkembangan sudah terlihat dan tinggal menanti buah dari kerja keras tersebut.

2. Paham Kultur Man United

Sebagai legenda United yang pernah memenangi enam titel Premier League, dua Piala FA, dan satu Liga Champions, Solskjaer yang membela United pada medio 1996-2007 tahu betul kultur tim peraih 20 titel Premier League.

Mentalitas dan hasratnya untuk mempersembahkan titel sudah tidak diragukan lagi, tinggal bagaimana anak-anak asuhnya merespons keinginan sang manajer.

Terlebih, Solskjaer sudah memiliki ide bermain jelas untuk anak-anak asuhnya dengan mengandalkan serangan balik cepat dan permainan mengandalkan kualitas individu. Musim lalu United menjadi runner-up Premier League dan juga finalis Liga Europa.

3. Atmosfer Ruang Ganti Pemain

Pendekatan setiap pelatih atau manajer berbeda kepada anak-anak asuhnya. Jika Jose Mourinho acapkali menciptakan suasana intens dan menyudutkan pemain, Solskjaer bak sosok ayah yang melindungi timnya.

Pendekatan yang dilakukan Solskjaer diterima baik oleh skuad Man United, meski beberapa pemain disinyalir tak bahagia karena jarang main seperti Donny van de Beek dan Alex Telles.

Kendati demikian dalam tim sebesar United kedalaman skuad dibutuhkan untuk mengarungi musim panjang. Dengan atmosfer ruang ganti pemain yang positif, para pemain bisa memberikan segalanya untuk sang manajer.