BolaSkor.com - PSG (Paris Saint-Germain) di atas angin jelang leg dua perempat final Liga Champions melawan juara bertahan, Bayern Munchen yang akan dihelat di Parc des Princes, Rabu (14/04) pukul 02.00 dini hari WIB.

PSG membawa bekal kemenangan 3-2 dari leg satu yang dihelat di Allianz Arena. Tiga gol itu bernilai gol tandang hingga PSG bisa ke semifinal apabila menahan imbang Bayern tanpa gol, tapi berbahaya bagi PSG jika Bayern mampu menang dengan skor 1-0.

Itu sudah jadi cukup alasan bagi PSG arahan Mauricio Pochettino mewaspadai tim arahan Hans-Dieter Flick. Selain skor yang masih realistis dikejar oleh Bayern, ada sejumlah alasan lainnya yang seharusnya jadi perhatian untuk PSG. Apa saja?

Baca Juga:

Bayern Munchen 2-3 PSG: Mbappe Menggila, PSG Sukses Balaskan Dendam

6 Statistik Menarik Jelang PSG VS Bayern Munchen: Die Roten Terpojok

Keylor Navas yang Tak Lekang oleh Waktu

1. Wawasan Eric Maxim Choupo-Moting

Pengalaman dua tahun bermain dengan PSG (2018-2020) bisa jadi berharga bagi Eric Maxim Choupo-Moting. Striker berusia 32 tahun bukan pilihan utama, namun di kala Robert Lewandowski cedera Choupo-Moting satu-satunya striker murni yang tersedia.

Pasalnya Joshua Zirkzee dipinjamkan ke Parma. Choupo-Moting punya rasio satu gol setiap 55 menit dan di dua laga Liga Champions mencetak gol kontra Lazio dan PSG. Choupo-Moting mengenal betul kelemahan dan kekuatan PSG, itu seharusnya diwaspadai PSG.

2. Kolektivitas Bayern

Bayern vs PSG

Lewandowski memimpin gol Bayern dengan torehan 42 gol dari 36 laga musim ini, namun Bayern tak sepenuhnya bergantung kepada penyerang asal Polandia itu. Tim arahan Hansi Flick cukup kolektif dalam pembagian gol.

18 pemain setidaknya telah mencetak satu gol untuk Bayern musim ini, selain Lewandowski Bayern masih punya Thomas Muller (14 gol), Leroy Sane (sembilan gol), Kingsley Coman (sembilan gol), dan Serge Gnabry (10 gol). Kolektivitas Bayern itu akan jadi ancaman untuk PSG.

3. Kualitas Skuad Merata, Punya Manuel Neuer

Manuel Neuer kala melawan Kylian Mbappe

Leroy Sane, Serge Gnabry, Thomas Muller, Kingsley Coman, dapat menentukan hasil akhir laga dengan kualitas individu yang mereka miliki. Muller tak punya teknik bermain tinggi, tetapi timing dalam mengambil keputusannya bagus.

Selain punya kualitas skuad yang merata kiper sekaligus kapten Bayern, Manuel Neuer juga dapat membuat lini depan PSG frustrasi. Bayern kebobolan tiga gol di leg satu, tapi performa Neuer diapresiasi oleh Kylian Mbappe.

"Saya suka bermain melawan pemain terbaik di dunia," kata Mbappe kepada BT Sport. "Dan Neuer adalah salah satu kiper terbaik dalam sejarah sepak bola." Dalam kondisi terbaiknya Neuer bisa buat PSG frustrasi.