BolaSkor.com - Villarreal, juara Liga Europa musim lalu tersebut secara mengejutkan menyingkirkan Bayern Munchen untuk menembus babak semifinal Liga Champions, setelah sebelumnya menyingkirkan Juventus di babak 16 besar.

Villarreal berhasil menembus semifinal Liga Champions pada tahun 2006, dan 16 tahun berselang, mereka berhasil mengulanginya lagi di tahun ini. Pada Rabu dini hari, gol Samuel Chukwueze membuat skor imbang 1-1, dan hasil tersebut cukup membawa Villarreal melaju ke semifinal dengan agregat 2-1.

Setelah menjuarai Liga Europa musim lalu, Villarreal CF kembali menjalani musim yang impresif di kompetisi Eropa. Hanya beberapa dekade yang lalu, itu tidak terpikirkan mengingat kota Vila-real memiliki populasi hanya 50.000 orang, dan mengingat bahwa klub tersebut belum pernah bermain di divisi teratas Spanyol sebelum tahun 1998.

Baca Juga:

Hasil Liga Champions: Real Madrid Lolos Dramatis, Bayern Munchen Tersingkir

Bayern Munchen Vs Villarreal: Nada Pesimisme Unai Emery

Bayern Munchen Vs Villarreal: Dendam Kesumat Die Roten

Caption

Namun, semuanya mulai berubah ketika pengusaha lokal Fernando Roig menjadi pemegang saham mayoritas di klub dan meletakkan dasar bagi Villarreal CF untuk menjadi salah satu tim papan atas Spanyol dan Eropa.

Pada Liga Champions musim 2005-2006, Villarreal menembus semifinal, dan langkah mereka kandas setelah tendangan penalti Juan Román Riquelme digagalkan Jens Lehmann.

Sekarang, 16 tahun kemudian dan berstatus sebagai juara Liga Europa, Villarreal CF kembali bermimpi untuk menembus final Liga Champions, yang akan dihelat di Stade de France, seperti tahun 2006.

Berikut ini tiga alasan Villarreal membuat kejutan di Liga Champions:

Berkat kejeniusan Unai Emery

Dalam diri Unai Emery, klub dari pesisir timur Spanyol ini memiliki salah satu pelatih top Eropa. Emery adalah pemenang Liga Europa empat kali, memenangkannya tiga kali bersama Sevilla FC dan sekali lagi dengan Villarreal pada 2020/21. Setelah melatih di Prancis dan Inggris, pria berusia 50 tahun ini telah melihat semua jenis sepak bola dan tahu bagaimana mempersiapkan timnya untuk setiap jenis tantangan.

Menjelang pertandingan leg kedua di Munich, Emery fokus untuk mempersiapkan mental para pemainnya, dan menjelaskan taktik apa yang digunakan untuk meredam raksasa Jerman tersebut.

Hal tersebut terbukti efektif, terutama setelah ia memasukkan Chukwueze sebagai pemain pengganti, yang berhasil mencetak gol tiga menit setelah ia masuk lapangan.

Meskipun Emery mengungkapkan pada awal musim ini bahwa ada minat dari Newcastle untuk mengontraknya, dia akhirnya memutuskan untuk bertahan di Villarreal CF, dengan alasan komitmennya pada proyek jangka panjang, dan kehadirannya telah membantu menjaga impian Liga Champions Villarreal CF tetap hidup.

Dampak dari pemain-pemain baru

Villarreal CF berhasil membangun sebuah tim yang impresif dengan strategi pembelian pemain yang cerdik. Dalam dua musim terakhir, mereka berhasil mendatangkan Gerónimo Rulli, Dani Parejo, Francis Coquelin, Étienne Capoue, Juan Foyth, Pervis Estupiñán, Giovani Lo Celso, dan Arnaut Danjuma, dan semuanya bermain di dua leg melawan Bayern Munich.

Beberapa pemain tersebut awalnya didatangkan sebagai pemain pinjaman, dan menunjukkan performa impresif, membuat klub mengubah status mereka menjadi pembelian permanen.

Pemain lain ditandatangani dengan biaya yang lebih besar, tetapi terbukti menjadi investasi yang sangat baik, seperti Danjuma, yang telah mencetak enam gol di Liga Champions musim ini setelah menjadi transfer termahal kedua klub musim panas lalu.

Akademi Villarreal adalah salah satu yang terbaik di Spanyol

Faktor penting lainnya dalam kebangkitan Villarreal CF adalah akademi klub, yang telah menjadi prioritas presiden Roig sejak ia tiba di klub. Mereka mengasah bakat tidak hanya dari wilayah setempat, tetapi juga dari seluruh Spanyol karena klub memiliki jaringan pencari bakat yang mencakup seluruh Spanyol.

Dari skuad saat ini, pemain penting seperti Gerard Moreno, Alfonso Pedraza, Samuel Chukwueze, dan Yéremy Pino semuanya telah menghabiskan waktu di akademi klub.

Begitu pula dengan Pau Torres, yang lahir di Vila-real dan telah menjadi bagian dari penduduk kota yang sederhana sepanjang hidupnya. Bermain untuk klub kota kelahirannya adalah mimpi yang menjadi kenyataan dan salah satu alasan mengapa bek tengah itu menolak kesempatan demi kesempatan untuk pindah ke klub lain.

Sekarang, Torres dan semua penggemar Villarreal CF dapat merayakan fakta bahwa semi-final Liga Champions lainnya akan datang ke Stadion de la Cerámica 16 tahun sejak pencapaian impresif pertama mereka. Mereka akan berharap untuk melangkah lebih jauh dari yang mereka lakukan terakhir kali.