BolaSkor.com – Santiago Solari tengah membangun momentum di Real Madrid melalui dua kemenangan beruntun di seluruh kompetisi. Hasil-hasil positif itu sangat berharga usai kekalahan telak 1-5 di Clasico melawan Barcelona dan dipecatnya Julen Lopetegui sebagai pelatih El Real.

Di tengah momentum kebangkitan Madrid, Solari sudah mempelajari betapa sulitnya menjadi pelatih Madrid kala melawan Real Valladolid akhir pekan lalu di LaLiga. Madrid memang menang 2-0, tapi, dua gol itu tercipta jelang akhir laga melalui gol bunuh diri Kiko Olivas dan penalti Sergio Ramos.

Kedua momen itu tercipta sejak wonderkid Brasil berusia 18 tahun, Vinicius Junior bermain di babak kedua dari bangku cadangan. Gol bunuh diri Olivas dipicu pergerakan lincah Vinicius pasca melewati tiga pemain Valladolid, lalu menendang bola dan mengenai tubuh Olivas hingga berbelok ke gawangnya sendiri.

"Saya memberitahu dia untuk tampil berani dan tidak ragu melewati pemain lawan, dan dia tahu apa yang harus dilakukan. Saya juga memintanya untuk bantu pertahanan, sesuatu yang harus diberitahukan pada dia,” tutur Solari pasca laga memberitahukan apa yang dibicarakannya kepada Vinicius.

Solari sudah melakukan hal yang tidak berani dilakukan oleh Lopetegui dengan memainkan Vinicius. Kini pertanyaannya, “Dapatkah Solari mencadangkan Gareth Bale dan memainkan Vinicius sebagai starter?” Fakta telah berbicara, penampilan Bale tengah menurun drastis dan publik Santiago Bernabeu mengetahui itu, hingga menyiulinya kala melawan Valladolid.
Fans Madrid tidak salah. Vinicius memang layak dipilih sebagai starter ketimbang Bale dengan pertimbangan berikut ini:

1. Performa Sedang Bagus

Dimainkan di dua laga terakhir, Vinicius sudah memberi kontribusi besar: dua assists dan terlibat langsung atas gol pertama Madrid kontra Valladolid. Dua assists itu tercipta ketika Madrid menang 4-0 melawan Melilla di leg satu 32 besar Copa del Rey dan Vinicius menjadi starter di pertandingan tersebut.

Kepercayaan dirinya tengah meningkat dan performanya sedang bagus. Sementara Bale performanya tengah menurun dan tampak terlihat mengalami krisis kepercayaan diri, siulan dari fans juga memperparahnya. Jadi, tunggu apalagi, Solari?

2. Trik Bermain yang Tidak Bisa Diperagakan Bale

Vinicius punya kemampuan yang tidak akan bisa ditiru Bale dan kemampuan itu sudah menjadi ciri khas pemain dari Negeri Samba, Brasil. Gaya main ala ginga Vinicius merupakan elemen penting yang dapat mengangkat permainan Madrid, ketimbang Bale yang cenderung ‘kaku’ dan direct (langsung) dalam permainannya.

Pemain seperti Vinicius itulah yang dapat meningkatkan gairah bermain Madrid dan juga menambah antusiasme fans menyaksikan pertandingan. Contoh sederhananya bisa dilihat kontra Valladolid. Bale tidak akan bisa melakukan hal yang dilakukan Vinicius: mendribel bola dengan triknya dan melewati satu-tiga pemain lawan.

3. Tanpa Beban

Raut wajah dan ekspresi Bale sudah memperlihatkan dengan jelas bahwa ia sedang berada dalam tekanan tinggi untuk memenuhi tuntutan fans. Performa Bale yang sedang menurun sama sekali tidak membantunya. Dalam kondisi itu, akan lebih baik bagi Solari mencadangkannya dan tidak memaksanya bermain hanya karena dia pemain berkualitas, bintang yang digadang-gadang sebagai penerus Cristiano Ronaldo.

Alhasil, opsi terbaik dalam kondisi itu adalah memainkan Vinicius. Usianya memang baru berusia 18 tahun, tapi, justru karena faktor itulah Vinicius dapat bermain tanpa beban hingga mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Plus, permainan Vinicius belum terbaca oleh lawan-lawan Madrid karena baru datang di musim panas ini dari Flamengo.