BolaSkor.com - Piala Eropa U-21 berakhir pada Senin (07/06) lalu dengan Jerman menjadi juara dan mengalahkan Portugal dengan skor 1-0 via gol Lukas Nmecha (49'). Titel itu jadi yang ketiga diraih Jerman yang memenanginya pada 2009 dan 2017.

Luka Nmecha adalah pemuda Manchester City yang menjadi top skorer dengan empat gol. Musim lalu striker berusia 22 tahun dipinjamkan ke Anderlecht dan mencetak 18 gol (serta memberikan tiga assists).

Sudah sewajarnya Piala Eropa U-21 menjadi tempat bagi para pemandu bakat berkumpul dan melihat talenta-talenta muda, tidak terkecuali tim pemandu bakat Manchester United yang akan melaporkannya ke Ole Gunnar Solskjaer.

Baca Juga:

Manchester United dan Liverpool Rebutan Ben White, Brighton Pasang Harga Selangit

Solskjaer Berikan Kabar Baik kepada Fans MU soal Transfer Pemain

Delapan Pemain Tinggalkan MU, Negosiasi Berlanjut kepada Juan Mata

Sebagaimana dilansir dari Manchester Evening News ada tiga bintang muda yang menarik perhatian MU dalam beberapa pekan terakhir. Siapa saja? Berikut uraiannya:

1. Ridle Baku - Jerman (23 Tahun)

Man United sudah punya Aaron Wan-Bissaka di sisi kanan pertahanan, tetapi ia tak punya pelapis sepadan dan kompetitif selayaknya Alex Telles dan Luke Shaw di posisi bek kiri. Terlebih Wan-Bissaka lebih bagus bertahan ketimbang bermain ofensif.

Ridle Baku bisa menjadi jawaban akan kebutuhan itu. Mantan bek Mainz kini membela Wolfsburg dan tadinya berposisi sebagai gelandang, sebelum akhirnya bertransformasi menjadi bek dan juga bek sayap kanan.

Baku punya kecepatan ketika naik membantu serangan, memberikan assist, melepaskan umpan silang, dan menjadi elemen serangan tambahan Jerman di sisi kanan permainan pada Piala Eropa U-21.

Baku menyelesaikan turnamen dengan jumlah enam pertandingan dan menjadi starter dengan catatan dua gol, tiga assists, dan 12 operan kunci.

2. Florian Wirtz - Jerman (18 Tahun)

Bayer Leverkusen selalu mengorbitkan pemain muda berbakat. Setelah Kai Havertz yang pindah ke Chelsea, mereka saat ini punya gelandang serang berusia 18 tahun Florian Wirtz. Wirtz jadi pahlawan Jerman U-21 kala dua golnya memberikan kemenangan 2-1 atas Belanda di semifinal.

Masa depannya cerah dan MU bukan satu-satunya klub yang memantaunya. Wirtz dapat beroperasi di seluruh posisi serang di lini depan dari winger hingga gelandang serang.

Dengan usia tersebut Wirtz sudah punya pengalaman bermain di tim utama Leverkusen dengan jumlah 2.700 menit penampilan di liga musim lalu, mencetak enam gol dan memberikan empat assists.

Aset terbaiknya selain versatile (serba bisa bermain di banyak posisi) juga kualitas teknik bagus. Wirtz dapat beroperasi di ruang sempit dalam memainkan bola, mengopernya, dan membangun serangan.

3. Fabio Vieira - Portugal (21 Tahun)

Portugal kalah di final tapi Fabio Vieira menjadi Pemain Terbaik Turnamen. Itu memperlihatkan kualitas yang dimiliki pemain yang membela Porto dan berposisi sebagai gelandang serang, playmaker.

"Selama turnamen dia (Vieira) pemain kunci untuk Portugal. Seorang playmaker yang menciptakan banyak peluang. Penghubung terbaik di antara lini tengah dan lini depan," ucap Dusan Fitzen, tim teknik pemantau dari UEFA.

Produk akademi Porto memang memiliki teknik bermain bagus dengan gaya bermain seperti seniornya, Bruno Fernandes yang juga membela Manchester United. Vieira dapat mendribel bola, mencetak gol, dan juga menciptakan peluang untuk rekan setimnya.