BolaSkor.com - FC Barcelona telah memiliki presiden baru. Figur itu bukan wajah baru lagi melainkan eks Presiden Barcelona medio 2003-2010, Joan Laporta yang memenangi 55.611 suara (54,3 persen) dalam pemilihan presiden.

Joan Laporta mengalahkan Victor Font (30 persen) dan Toni Freixa (sembilan persen) dalam pemilihan tersebut. Terpilihnya Laporta setelah Josep Maria Bartomeu mundur sudah bukan hal yang mengejutkan lagi karena ia memang difavoritkan. Simak saja ucapan Font berikut ini.

"Saya pikir ini merupakan kampanye yang konstruktif. Itu bagus untuk institusi tempat kita merayakan hari demokrasi seperti hari ini dan kami mengucapkan selamat kepada pemenangnya," tutur Font.

"Jelas, hasil tidak kami inginkan, tapi saya ingin berterima kasih kepada ribuan orang Catalan yang telah mendukung kami dan memberi kami kepercayaan mereka."

Baca Juga:

Mempertahankan Messi Bukan Sekadar Janji Palsu dari Joan Laporta

Resmi, Joan Laporta Menangi Pemilihan Presiden Barcelona

5 Fakta Menarik Terkait Pemilihan Presiden Barcelona 2021-2026

Hasil pemilihan Presiden Barcelona

"Saya percaya bahwa konteks di mana klub menemukan dirinya telah menyebabkan efek rebound. Kami berperang melawan mantan presiden terkenal. Melawannya sudah sangat rumit"

"Saya akan terus bekerja untuk memastikan bahwa Barca di masa depan seperti yang kami yakini seharusnya. Kami harus merefleksikan dan mencerna hasilnya, tetapi tujuan membantu mengubah klub terus berlanjut."

Suasana baru dengan presiden yang sudah mengenal seluk beluk Barcelona. Lantas apa saja efek yang dapat diberikan dengan terpilihnya Laporta sebagai Presiden Barcelona?

1. Peluang Mempertahankan Lionel Messi

Joan Laporta dan Lionel Messi

"Hari ini menandai 20 tahun sejak anak bernama Lionel Messi memulai debutnya bersama tim Barcelona B (pada usia U-12 hingga U-13)," ucap Laporta.

“Leo mencintai Barcelona. Pemain terbaik dunia mencintai Barcelona. Mudah-mudahan itu akan membantunya bertahan di Barcelona. Itulah yang kami inginkan."

Sudah pasti itu janji yang akan ditagih suporter kepada Laporta: mempertahankan Lionel Messi. Kontrak pemain berusia 33 tahun akan segera berakhir dan ia di persimpangan jalan, mengingat pada awal musim La Pulga sempat mengajukan permintaan transfer.

Akan tapi sejak Bartomeu pergi kans bertahannya Messi terbuka. Peraih enam Ballon d'Or butuh proyek yang meyakinkan di masa depan agar ia bisa bertahan dengan klub hingga pensiun. Laporta yang sudah sangat mengenalnya diharapkan bisa melakukannya.

2. Filosofi hingga Rekrutmen Pemain

Joan Laporta adalah Presiden Barcelona ketika klub ada di era keemasan bersama Pep Guardiola. Laporta tahu betul filosofi Barcelona yang mengandalkan kombinasi produk La Masia, serta rekrutmen pemain sesuai kebutuhan, bukan asal beli dengan harga tinggi.

Dahulu Johan Cruyff, legenda Barcelona menjadi penasihatnya, namun kini Cruyff telah meninggal dunia dan Laporta akan dihadapkan pada tantangan baru 'kedua' di Barcelona.

Di masa lalu Laporta mampu mengeluarkan Barcelona dari krisis finansial dengan kesuksesan bertahan di era Frank Rijkaard hingga Pep Guardiola. Menarik melihat periode kedua Laporta di Barcelona.

3. Mengembalikan Kejayaan Barcelona

Joan Laporta dengan Johan Cruyff

Satu hal yang paling diharapkan fans dengan kembalinya Laporta ke bangku Presiden Barcelona. Dalam kurun waktu tujuh tahun di periode pertama Laporta mampu membentuk Barcelona sebagai tim top Eropa dan dunia.

Rekrutan tepat, produk La Masia berkembang di tim utama, permainan tim menghibur, finansial aman, dan basis fans Barcelona juga bertambah di dunia. Barcelona sudah mencapai tahap itu, namun kini menurun.

Tak ayal bagi Laporta saat ini adalah mengevaluasi skuad tim hingga staf kepelatihan, memeriksa finansial klub, lalu perlahan mengembalikan Barca kepada kejayaannya. Dibutuhkan waktu bagi Laporta untuk kembali memberikan sentuhan emasnya seperti di masa lalu.