BolaSkor.com - Arsenal menghentikan laju kemenangan Manchester United di Premier League. Menjamu sang rival di pekan 30 Premier League, The Gunners menang 2-0 melalui gol yang diciptakan Granit Xhaka dan penalti Pierre-Emerick Aubameyang.

Arsenal-nya Unai Emery jadi tim kandang pertama yang mengalahkan Man United asuhan Ole Gunnar Solskjaer, plus jadi tim kandang pertama yang mencatatkan clean sheets melawan tim yang sama. Itu jadi kekalahan pertama Man United dari 13 laga Premier League di bawah arahan Solskjaer.

Setan Merah menang 10 kali, imbang dua kali, dan kalah untuk kali pertama ketika melawan Arsenal. Kini, Arsenal ada di urutan empat klasemen dan terpaut dua poin dari Man United di peringkat lima. Sementara Chelsea di peringkat enam dan baru memainkan satu laga lebih sedikit.

Baca Juga:

3 Pemain yang Belum Maksimal, namun Pantang Dilego Manchester United

Solskjaer Beberkan Efek Laga di Paris atas Kekalahan Man United dari Arsenal

Arsenal 2-0 Man United, The Gunners Gusur Setan Merah dari 4 Besar

Begitu banyak cerita yang bisa dibahas dari pertandingan Arsenal kontra Man United di Emirates Stadium. Tiga di antaranya kami bahas melalui penjabaran di bawah ini:

1. Kejeniusan Unai Emery

Unai Emery

Selepas laga berakhir, Sam Allardyce, pandit sepak bola Inggris, mengatakan dalam siaran langsung BeIN Sports bahwa Emery melakukan hal yang tidak akan pernah dilakukan oleh Arsene Wenger dari segi gaya bermain tim.

Emery belajar dari pengalaman ketika disingkirkan Man United di Piala FA musim ini dengan skor 1-3. Dia tahu tim tamu akan kembali mengandalkan serangan balik sebagai senjata utama, oleh karenanya Arsenal kali ini tidak ngotot menguasai bola.

Arsenal bermain dengan bijak: membangun serangan ketika mengontrol bola dengan hati-hati untuk mengantisipasi serangan balik United. Gol cepat dari Granit Xhaka di menit 12 semakin memudahkan Arsenal untuk mengontrol pertandingan.

Xhaka melepaskan tendangan jarak jauh yang memang menjadi salah satu keahliannya, mengejutkan David De Gea dan bola masuk ke dalam gawang United. Selepas momen itu, Man United menguasai bola dan bertubi-tubi menyerang.

Peluang dari Romelu Lukaku, Fred, Marcus Rashford, semuanya kandas di pertahanan lawan dan kiper yang bermain bagus, Bernd Leno. Lalu di satu momen pada menit 68, serangan balik Arsenal berbuah gol kedua.

Alexandre Lacazette dijatuhkan Fred di kotak terlarang dan Pierre-Emerick Aubameyang mengonversi peluang menjadi gol. Sisanya, Arsenal hanya menangkal tiap serangan yang dibangun Man United.

Singkat kata: Manchester United merasakan senjata makan tuan dari permainan mereka sendiri tiap kali berjumpa dengan Arsenal.

Arsenal tidak masalah tertinggal penguasaan bola 46 berbanding 54 persen Man United. Hasil di papan skor telah membuktikan jika Emery tidak keberatan bermain defensif dan mengandalkan serangan balik selama mampu meraih kemenangan, yang di liga sama artinya dengan tiga poin.

"Saat ini, saya pikir kami bermain lebih percaya diri di tiap laga dan hari ini kami telah memperlihatkannya. Tapi kami harus tetap tenang, sabar, dan terus berkembang. Mengontrol emosi sangat penting. Menjaga konsistensi ini sangat penting dalam pikiran kami," tutur Emery.