BolaSkor.com - Bertempat di BMO Field, Senin (28/03), timnas Kanada arahan John Herdman mengukir sejarah saat melawan Jamaika pada laga ke-13 Kualifikasi Piala Dunia 2022 Qatar Zona Concacaf.

Kanada mendominasi permainan dengan 54 persen penguasaan bola, melancarkan serangan bertubi-tubi dengan total 20 tendangan (sembilan tepat sasaran). Jamaika sederhananya hanya menyerap tiap serangan Kanada.

Dari sembilan tendangan tepat sasaran itu empat berbuah gol (satu gol bunuh diri), yakni dari Cyle Larin (13'), Tajon Buchanan (44'), Junior Hoilett (82'), dan gol bunuh diri Adrian Mariappa (88'). Tiga poin bagi Kanada yang lebih dari sekedar raihan poin.

Itu memastikan Kanada finish di tiga besar grup zona Concacaf. Artinya, Kanada untuk kali pertama selama 36 tahun lolos ke Piala Dunia. Seisi stadion berpesta pora menyambutnya dan para pemain merayakannya dengan suka cita.

Baca Juga:

Pertama Selama 36 Tahun, Timnas Kanada Lolos Kualifikasi Piala Dunia

Timnas Italia: Juara Piala Eropa, Merana di Piala Dunia

Daftar 19 Tim yang Memastikan Diri Berlaga di Piala Dunia 2022: Jangan Cari Italia

Alphonso Davies, bintang timnas Kanada, yang tak berada dalam skuad karena cedera merayakannya di rumah dan menangis girang - meluapkan ekspresinya.

36 tahun. Kala itu Kanada bermain di Piala Dunia 1986 Meksiko dan finish di dasar grup tanpa mencetak gol. Di tahun yang sama juga Argentina menjadi juara dengan sosok legenda Diego Maradona.

"Kami baru saja lolos ke Piala Dunia, ini adalah negara sepak bola yang sah," tutur Herdman selepas laga seperti dikutip dari dari BBC Sport.

"Ketika saya pertama kali mengambil alih dan saya berkata, 'Kami akan lolos ke Piala Dunia', saya tidak berpikir mereka mempercayai kami. Saya senang untuk mereka karena semua penggemar ini telah menunggu dan menunggu, dan bersatu dengan kami - dan kami akan pergi."

"Saya pikir negara ini tidak pernah percaya pada kami karena kami tidak memberi mereka apapun untuk dipercaya. Mereka percaya sekarang."

"Inilah saatnya bagi semua orang untuk mendukung sepak bola dan bersatu karena kami bisa menjadi tim kuat," tegas Herdman.

Memastikan tempat di Piala Dunia terlebih dahulu dengan pesaing kuat seperti Amerika Serikat, Meksiko, dan Kosta Rika jelas spesial bagi Kanada. BolaSkor.com coba mengulas tiga kunci faktor kekuatan Kanada saat ini.

1. John Herdman

Pada 30 Januari lalu ketika Kanada mengalahkan tim kuat Amerika Serikat kiper veteran Kanada, Milan Borjan, berkata dengan singkat apa yang mengubah sepak bola Kanada. "Saya hanya dapat mengatakan dua kata: John Herdman."

Publik bisa saja skeptis ketika pelatih asal Inggris berusia 46 tahun datang pada 2018 silam, menjadi pelatih timnas putra Kanada setelah tujuh tahun melatih timnas putri Kanada setelah sebelumnya melatih timnas putri Selandia Baru.

Namun Herdman punya 'kemampuan' memberi pembuktian ketika ia diragukan. Bersama timnas putri Kanada, Herdman sering bermain di Piala Dunia serta memberikan medali perunggu pada Olimpiade 2012 dan 2016.

Herdman juga pernah bekerja di akademi Sunderland yang notabene rival bebuyutan tim favoritnya, Newcastle United. Herdman datang ke timnas putra Kanada dan mengubah mentalitas tim.

“Pidato motivasinya membuat semua orang siap untuk melewati tembok apapun yang Anda letakkan di depan mereka,” kata bek timnas Kanada, Alistair Johnston. "Dia seorang manipulator utama dalam hal itu."

“Dia adalah pria serta manajer yang bagus sehingga tidak masalah siapa yang akan saya lawan."

"Tepat ketika saya masuk (tim di awal 2021), kami bermain melawan Meksiko atau kami bermain di AS, Anda akan melawan (Amerika) Christian Pulisic, Anda akan melawan (Meksiko) 'Chucky' Lozano; tetapi dia memiliki cara dengan kata-kata dan menanamkan kepercayaan pada saya yang (membuat saya percaya), 'Ya, Anda bisa naik melawan orang-orang ini; tidak ada alasan Anda tidak cocok di sini. Anda akan mendominasi permainan ini'."

“Jika Anda benar-benar melihat latar belakang saya, saya telah bermain dua tahun di MLS — bahkan, sebenarnya, pada saat itu — saya keluar dari sepak bola perguruan tinggi, saya lulus (dengan) gelar di bidang ekonomi, mengapa saya layak ada di lapangan yang sama dengan mereka? Tapi dia tidak pernah membiarkanmu sampai ke titik itu.”

Herdman mengubah mentalitas serta membentuk tim yang padu berisikan pemain-pemain muda berbakat dan senior berpengalaman.

2. Talenta Muda Pemimpin Generasi Baru

Dua nama layak dikedepankan dalam kategori ini yakni Jonathan David (Lille) dan Alphonso Davies (Bayern Munchen). Nama yang disebut terakhir memang tak bermain di jeda internasional Maret 2022, tapi ia jelas jadi bintang muda dalam skuad Kanada.

Baru berusia 21 tahun Davies sudah punya 30 caps dan 10 gol dengan timnas Kanada. Dia berposisi sebagai bek kiri yang dapat juga bermain sebagai bek sayap hingga penyerang sayap.

Kekuatan Davies ada pada kecepatannya kala menyisir sisi sayap, kemampuan bermain ofensif dan juga bertahan dengan baik. Di usia itu juga Davies punya pengalaman besar sukses dan bermain dengan raksasa Eropa Bayern Munchen.

Tak kalah dengan Davies adalah Jonathan David. Striker berusia 22 tahun adalah komoditas panas di Eropa saat ini dan musim lalu juara Ligue 1 dengan Lille. Pengemas 28 caps dan 20 gol dengan Lille punya kelebihan dalam penyelesaian akhir.

David dan Davies merupakan pemimpin dari talenta muda serta generasi baru dalam skuad Kanada saat ini. Kesuksesan mereka di lima liga top Eropa dapat menjadi contoh dan terutamanya, membantu Kanada mengakhiri penantian bermain di Piala Dunia.

3. Pemain Senior di Tiap Lini

Disadari atau tidak Herdman selalu menempatkan pemain senior di setiap lini Kanada. Pada posisi kiper ada penjaga gawang berusia 34 tahun, Milan Borjan, yang sudah punya 63 caps dan bermain di Serbia dengan Red Star Belgrade.

Kemudian di lini belakang ada Steven Vitoria, bek berusia 35 tahun dengan 30 caps dan tiga gol serta membela klub Portugal Moreirense. Di tengah ada Jonathan Osorio (29 tahun - Toronto FC) dan Atiba Hutchinson (39 tahun - Besiktas).

Terakhir di lini depan ada mantan penyerang Blackburn Rovers dan Queen Park Rangers, Junior Hoilett (31 tahun) yang saat ini membela Reading. Pengalaman mereka dapat membantu pemain-pemain muda dalam skuad.

Selain itu juga Herdman tak menutup mata atas pemain-pemain yang bermain di liga lokal (MLS). Saat ini ada 10 pemain yang bermain di Montreal, Los Angeles, Minnesota United, Colorado Rapis, Toronto, dan Vancouver Whitecaps.

Mereka itu adalah Maxime Crepeau, Dayne St. Clair, Doneil Henry, Alistair Johnston, Kamal Miller, Cristian Guiterrez, Jonathan Osorio, Ismael Kone, dan Lucas Cavallini.