BolaSkor.com - Transfer Manchester United di bursa transfer musim panas 2020 sangatlah sepi. Red Devils baru merekrut Donny van de Beek dari Ajax Amsterdam sebesar 40 juta euro dan sampai saat ini terus dirumorkan dengan winger Borussia Dortmund, Jadon Sancho.

Parahnya lagi dua pemain Real Madrid yang belakangan dikabarkan merapat ke Man United, Gareth Bale dan Sergio Reguilon justru mendekat ke tim rival Tottenham Hotspur yang dilatih eks manajer United, Jose Mourinho. Tak ayal hal itu kian membuat fans berang.

Dengan asumsi hanya Donny van de Beek yang datang ke Man United, maka Ole Gunnar Solskjaer dituntut untuk dapat memaksimalkan kualitas skuad yang dimiliki dan mengembangkan bakat yang ada.

Baca Juga:

Bursa Transfer Manchester United seperti Tong Kosong Nyaring Bunyinya

Manchester United Jajaki Winger Berusia 18 Tahun sebagai Opsi Pengganti Jadon Sancho

Van de Beek Diminta Belajar dari Kegagalan Karier Depay dan Klaassen di Inggris

Masuknya Van de Beek menambah kuantitas dan kualitas di lini tengah United yang sudah kuat sebelumnya. Lantas taktik apa yang pas diterapkan di United dengan adanya Van de Beek? Berikut analisis BolaSkorcom melihat dari berbagai sumber:

1. Taktik 4-3-1-2

4-3-1-2

Taktik paling ideal untuk memaksimalkan kuantitas gelandang yang dimiliki oleh Solskjaer. Dalam formasi ini Solskjaer tak perlu pusing memainkan Bruno Fernandes, Van de Beek, Paul Pogba, dan Nemanja Matic secara bersamaan.

Fernandes jadi gelandang serang dengan bantuan Pogba dan Van de Beek dengan peran yang lebih seimbang di tengah permainan. Sementara Matic menjadi gelandang jangkar (pivot) untuk melapis lini belakang dan menangkal serangan lawan.

Pelapis pada posisi lini tengah pun tak kalah bagus dari Scott McTominay, Andreas Pereira, Fred, hingga Juan Mata yang dapat bertindak sebagai gelandang serang.

2. Taktik 4-3-3

4-3-3

Apabila pada formasi sebelumnya tidak ada ruang bagi penyerang sayap maka dalam formasi 4-3-3 posisi itu kembali ada. Dalam taktik itu Van de Beek bisa menjadi gelandang bertahan, box to box dengan peran bertahan dan membantu serangan, atau fokus membantu tim bermain ofensif.

Kelebihan Van de Beek adalah kemampuannya bermain di banyak peran pada posisi gelandang tengah. Tak ayal dalam taktik 4-3-3 yang biasa dimainkannya di Ajax Van de Beek takkan perlu banyak beradaptasi lagi.

3. Taktik 4-2-3-1

4-2-3-1

Ini taktik yang biasa dimainkan Ole Gunnar Solskjaer musim lalu. Bruno Fernandes jadi penopang Marcus Rashford, Anthony Martial, dan Mason Greenwood di lini depan dengan menjadikan Pogba dan Matic sebagai pivot.

Permasalahannya dalam taktik ini Solskjaer harus memikirkan siapa gelandang yang akan dicadangkannya. Pogba dan Fernandes sudah hampir pasti bermain, namun Matic bisa digantikan Van de Beek. Akan tapi peran gelandang bertahan justru bisa mengucilkan kualitas bermain De Beek.

Duet De Beek dengan Pogba bisa jadi malah membuat keseimbangan lini tengah goyah karena kurangnya gelandang bertahan untuk melapis lini belakang. Tak ayal Solskjaer harus lebih selektif dalam taktik ini.