BolaSkor.com - Kompetisi Liga 1 2021/2022 sudah dimulai sejak 27 Agustus kemarin. Liga 1 2021/2022 digelar dengan protokol kesehatan ketat. Dimana hanya ada 299 orang yang hadir di stadion. 299 orang itu wajib negatif swab PCR minimal H-1, dan sudah divaksin sebanyak dua dosis.

Tiga laga awal sudah dijalankan sebagai bahan evaluasi. Bali United mengalahkan Persik Kediri 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 27 Agustus kemarin.

Lalu satu hari berselang, Persita Tangerang kalahkan Persipura Jayapura 2-1 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. Lalu Bhayangkara FC menang 2-1 atas Persiraja Banda Aceh di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, 29 Agustus kemarin.

Baca Juga:

Mengapa Jadwal Liga 1 2021/2022 Tak Ada Keterangan Stadion? Ini Alasannya

Instruksi Mendagri, Liga 1 2021/2022 Hanya 9 Laga dalam Seminggu

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku Satgas COVID-19 setuju Liga 1 2021/2022 berlanjut. Ini hasil evaluasi dalam tiga laga awal Liga 1 2021/2022.

Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 38/2021, hanya diperbolehkan 9 laga dalam seminggu. Dimana masing-masing tiga laga di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Meski berjalan, Liga 1 2021/2022 mendapat masalah. Ini terkait tiga tim yang belum punya pelatih lisensi AFC Pro atau setara. Ini syarat mutlak yang diterapkan PSSI untuk kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia musim ini. Berikut ulasannya:

1. Bali United

Stefano Cugurra Teco
Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco. (Bali United)

Bali United merupakan juara bertahan Liga 1. Namun, tim Serdadu Tridatu terbentur regulasi pelatih AFC Pro. Stefano Cugurra Teco saat verifikasi lisensi AFC hanya mengantongi lisensi A AFC.

Pada laga perdana melawan Persik, Teco ditempatkan sebagai manajer klub, bukan pelatih kepala.

"Kami dapat keterangan penyetaraan dari AFC hari Jumat saat pertandingan pembuka Liga 1. Lisensi dari coach Teco setara dengan lisensi A AFC," ucap manajer Bali United, Michael Gerald, Rabu (1/9).

Michael Gerald menyebut Bali United akan menunggu kebijakan dari PSSI. "Iya benar sama (Hendri Susilo). Soal itu (dispensasi), nanti tunggu keterangan dari PSSI," tutur Michael Gerald.

2. Persiraja Banda Aceh

Hendri Susilo
Hendri Susilo. (Istimewa)

Nasib sama dengan Persiraja Banda Aceh. Sang pelatih Hendro Susilo hanya berlisensi A AFC.

Bedanya, Hendro Susilo terdaftar mengikuti kursus pelatih AFC Pro pada Maret 2020 lalu yang digelar PSSI. Namun urung terlaksana alias batal, karena pandemi COVID-19.

Kabarnya, Persiraja bakal merekrut Emral Abus sebagai pelatih kepala bayangan. Pria yang disebut guru pelatih ini kerap digunakan oleh tim Indonesia saat berlaga di Asia, namun sang pelatih terrbentur lisensi.

3. PSIS Semarang

Imran Nahumarury
Imran Nahumarury. (Media PSIS)

PSIS Semarang menjadi tim ketiga yang belum memiliki pelatih AFC Pro. Bedanya, PSIS memang tidak punya pelatih kepala, usai Dragan Djukanovichengkang ke klub Yunani.

Saat ini, PSIS dipimpin asisten pelatih Imran Nahumarury. Legenda Persija Jakarta itu memiliki lisensi A AFC.