BolaSkor.com – Bundesliga 2019-20 telah berjalan hingga spieltag (pekan) 11. Persaingan ketat terjadi di empat besar saat ini. Uniknya, penghuni empat besar tidak seperti biasanya (ditempati Bayern Munchen dan Borussia Dortmund).

Urutan pertama ditempati Borussia Monchengladbach (25 poin), diikuti RB Leipzig (21 poin), Bayern Munchen (21 poin), SC Freiburg (21 poin), baru dua tempat di urutan lima-enam klasemen dihuni Hoffenheim (20 poin) dan Borussia Dortmund (19 poin).

Munculnya nama Gladbach menjadi kejutan yang tak diduga sebelumnya. Gladbach memang tim yang biasa bertarung di papan atas Bundesliga, namun menduduki puncak klasemen? Suatu kejutan.

Baca Juga:

Nostalgia - Terakhir Bayern Munchen Kalah 1-5, Edin Dzeko Masih di Wolfsburg

30 Tahun Runtuhnya Tembok Berlin: Susunan 11 Pemain Terbaik Kombinasi Jerman Timur dan Barat

Resep Unbeaten Wolfsburg di Bundesliga: Kejelian Oliver Gasner dan Metode Latihan Vier Gewinnt

“Merebut puncak klasemen di liga merupakan bonus yang menyenangkan. Tapi di beberapa pekan terakhir, kita semua telah melihat klasemen sangat sering berganti, jadi sulit untuk mengatakan persisnya bagaimana perasaan kami ada di puncak saat ini!” tutur pelatih Gladbach, Marco Rose.

Gladbach menang delapan kali, imbang sekali, dan kalah dua kali dari total 11 laga Bundesliga dengan catatan: 24 kali mencetak gol dan 11 kali kebobolan gol. Salah satu tim dengan pertahanan terbaik, plus tajam di liga (berada di bawah Leipzig dan Munchen yang telah mencetak 29 gol).

Hal itu menunjukkan keseimbangan yang bagus dari Gladbach. Munculnya Gladbach sebagai kandidat juara musim ini memunculkan tajuk spesial dari laman resmi Bundesliga, yang membandingkan Gladbach era Marco Rose dengan kesuksesan Gladbach pada medio 1970-an.

Pada medio tersebut, Gladbach meraih lima titel Bundesliga dan jadi pesaing utama Bayern, serta dua titel Piala UEFA (format lama Liga Europa) dan menjadi runner-up Piala Eropa (format sebelum Liga Champions) pada 1977.

Borussia Monchengladbach jaya pada medio 1970-an.

Gladbach legendaris era Hennes Weisweiler, begitulah publik mengenang kejayaan Gladbach di era 1970-an. Di lapangan pertandingan, Gladbach punya pemain seperti Gunter Netzer, Berti Vogts, Herbert Wimmer, Horst Koppel and Jupp Heynckes. Nama yang disebut terakhir bermain delapan musim dengan Gladbach, mencetak 168 gol Bundesliga, dan juga sukses melatih Bayern.

Permainan cepat, ofensif, dan dihuni banyak pemain muda, identik dengan Gladbach kala itu hingga muncul julukan The Foals (Kuda Muda) – kuda muda identik dengan kecepatan kala berakselerasi.

Itu menjadi cetakan ‘paten’ permainan Gladbach di masa lalu. Marco Rose saat ini sudah memiliki idenya sendiri soal skema bermain tim. “Dari segi kualitas sepak bola dan permainan, langit merupakan batasan bagi tim kami,” tegas Rose.

Lantas, apa saja yang sejauh ini menjadi kunci permainan apik Gladbach hingga mereka bisa menduduki puncak klasemen Bundesliga? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ulasan BolaSkor.com:

(Berlanjut ke Halaman Dua)