BolaSkor.com - Xavi Hernandez akan ditunjuk menangani Barcelona pada musim depan. Rumor tersebut berhembus kencang dalam beberapa hari terakhir seiring krisis yang tengah melanda Blaugrana saat ini.

Serangkaian hasil buruk yang diraih Barcelona dalam beberapa laga terakhir memang membuat posisi Quique Setien sebagai pelatih terancam. Hal itu diperparah dengan munculnya rumor adanya konflik internal antara staf pelatih dan pemain.

Padahal Setien terhitung masih belum lama mengemban jabatan ini. Ia baru ditunjuk menangani Barcelona menggantikan Ernesto Valverde pada pertengahan Januari lalu.

Baca Juga:

Dua Klub yang Dapat Diperkuat Lionel Messi jika Hengkang dari Barcelona

Lionel Messi Diklaim Tolak Perpanjang Kontrak dan Tinggalkan Barcelona Pada 2021

Barcelona Dianggap Terlalu Fokus ke Uang, Rivaldo Kritik Pertukaran Arthur-Pjanic

Penunjukkan Setien sebagai pelatih Barcelona saat itu juga menjadi kabar yang cukup mengejutkan. Padahal nama Xavi dan Ronald Koeman lebih difavoritkan untuk mengisi jabatan tersebut.

Namun kedua sosok itu dikabarkan menolak dengan alasan berbeda sehingga Barcelona tak punya banyak pilihan selain Setien. Koeman masih punya tanggung jawab menangani Timnas Belanda sedangkan Xavi merasa belum siap.

Enam bulan berselang, Xavi dikabarkan berubah pikiran. Ia disebut telah siap mengemban tanggung jawab menjadi pelatih Barcelona.

Xavi juga dianggap sebagai sosok yang tepat untuk menangani Barcelona. Selain sukses saat menjadi oemain, ia juga mendapat banyak ilmu karena pernah bermain di bawah asuhan pelatih berkarakter seperti Louis Van Gaal, Frank Rijkaard, Guardiola hingga Enrique.

Jika hal itu terwujud, maka Xavi akan menjadi legenda kesekian Barcelona yang ditunjuk sebagai pelatih. Tradisi ini sebenarnya sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Namun tak semua mantan pemain Barcelona bisa sukses ketika berganti peran menjadi pelatih. Salah satu bukti kesuksesan tentu meraih gelar LaLiga.

Tercatat hanya ada tiga legenda Barcelona yang mampu meraih gelar LaLiga saat menjadi pemain maupun pelatih. Berikut ini ketiga sosok tersebut:

1. Johan Cruyff

Jasa Johan Cruyff untuk Barcelona sudah tak terhitung. Ia menjadi otak di balik lahirnya filosofi tiki-taka yang mengakar di klub asal Catalunya tersebut.

Cruyff meninggalkan Ajax Amsterdam untuk bergabung ke Barcelona pada Agustus 1973. Ia langsung mempersembahkan trofi LaLiga pada musim perdananya.

Itu merupakan gelar LaLiga perdana Barcelona sejak tahun 1960. Cruyff pun langsung mendapat tempat tersendiri di hati penggemar Barcelona.

Sayangnya itu merupakan trofi LaLiga satu-satunya yang mampu Cruyff persembahkan sepanjang bermain untuk Barcelona.

Lima tahun berselang, Cruyff meninggalkan Barcelona dan melanjutkan kariernya di Amerika Serikat sebelum gantung sepatu bersama Feyenoord Rotterdam pada tahun 1984. Namun ia kembali ke Camp Nou pada 1988 dengan karier barunya sebagai pelatih.

Cruyff mampu menorehkan prestasi yang lebih baik saat menjadi pelatih. ia sukses mempersembahkan trofi LaLiga selama empat musim beruntun pada periode 1990 hingga 1994 serta satu trofi Piala Champions 1991-1992.


2. Pep Guardiola

Pep Guardiola merupakan salah satu pemain andalan Barcelona di bawah asuhan Johan Cruyff. Ia bagian tim yang berhasil meraih empat gelar LaLiga secara beruntun serta dua gelar lain pada 1998 dan 1999.

Guardiola meninggalkan Barcelona pada tahun 2001 untuk memulai karier di Italia. Ia sempat bermain untuk Brescia dan AS Roma sebelum pensiun bersama klub Meksiko, Dorados pada 2006 silam.

Setelah gantung sepatu, Guardiola beralih menjadi pelatih dan menangani Barcelona B sejak 2007. Semusim berselang ia langsung dipromosikan menangani tim senior menggantikan Frank Rijkaard.

Sempat diragukan, Guardiola mampu menjawab tantangan tersebut dengan sempurna. Ia membangun kembali era kejayaan Barcelona.

Guardiola mampu mempersembahkan gelar LaLiga selama tiga musim beruntun pada 2008 hingga 2011. Dua trofi Liga Champions dan dua Piala Dunia Antarklub semakin menegaskan dirinya sebagai pelatih terbaik Barcelona hingga menyampaikan salam perpisahan pada akhir musim 2012-2013.


3. Luis Enrique

Luis Enrique menjadi sosok terakhir yang mampu mengulangi pencapaian Johan Cruyff dan Pep Guardiola. Ia mampu meraih sukses saat menjadi pemain maupun pelatih.

Enrique membuat keputusan mengejutkan saat meninggalkan Real Madrid dengan status bebas transfer menuju Barcelona pada musim panas 1996. Namun hal itu ternyata sangat tepat.

Enrique bahu-membahu bersama Guardiola untuk meraih dua gelar LaLiga secara beruntun pada 1998 dan 1999. Saat bersama Madrid, ia juga semoat sekali menjuarai kompetisi kasta tertinggi Negeri Matador tersebut.

Pria asal Gijon tersebut terus membela Barcelona hingga pensiun pada 2004 silam. Empat tahun berselang, Enrique baru memulai karier sebagai pelatih dengan menangani Barcelona B.

Setelah itu, Enrique tak langsung dipromosikan untuk menjadi pelatih tim senior Barcelona. Ia justru melakoni debut sebagai pelatih tim utama bersama AS Roma pada 2011.

Enrique baru dipanggil pulang Barcelona jelang musim 2014-2015 bergulir. Ia langsung mempersembahkan treble winners di akhir musim dengan trio andalan Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar.

Total, Enrique mempersembahkan dua gelar LaLiga saat bertugas menjadi pelatih Barcelona. Namun ia memilih mengundurkan diri pada akhir musim 2016-2017.