BolaSkor.com - Zinedine Zidane sudah mempersembahkan berbagai trofi bergengsi untuk Real Madrid. Namun fakta tersebut tak membuat posisinya tak tersentuh.

Keraguan akan kualitas melatih Zidane memang terus mengiringi perjalanan kariernya di Madrid. Minimnya pengalaman yang dimiliki pria berkebangsaan Prancis menjadi penyebab utamanya.

Padahal Zidane tak butuh waktu lama untuk membuktikan kualitasnya. Ia langsung mempersembahkan trofi Liga Champions hanya empat bulan usai ditunjuk sebagai pengganti Rafael Benitez pada Januari 2016.

Baca Juga:

Zidane Dianggap Bisa Tiru Jejak Ferguson atau Wenger

Lakoni El Clasico dengan Ancaman Pemecatan, Zinedine Zidane Santai

Real Madrid Kalah Dua Kali Beruntun, Ancaman Pemecatan Mulai Hantui Zinedine Zidane

Tak sampai di situ, Zidane pada akhirnya mampu membawa Madrid memenangi Liga Champions tiga musim beruntun. Sesuatu yang tak dapat dilakukan klub lain di era modern.

Madrid juga sempat hilang arah saat Zidane mengundurkan diri pada musim panas 2018. Setelah itu, performa Sergio Ramos dan kawan-kawan terjun bebas.

Beruntung petinggi Madrid mampu membujuk Zidane untuk kembali lagi pada Maret 2019. Sebuah keputusan yang sebenarnya beresiko mengingat sudah perginya sang pemain andalan, Cristiano Ronaldo.

Namun Zidane menunjukkan tetap bisa membawa Madrid sukses meski tanpa Ronaldo. Gelar LaLiga 2019-2020 menjadi buktinya.

Meski begitu, perjalanan Zidane dalam dua periode menangani Madrid tak selamanya mulus. Rumor pemecatan beberapa kali juga pernah mengancamnya.

Tak heran jika Zidane menanggapi dengan santai tekanan kepada dirinya usai Madrid menelan dua kekalahan beruntun. Ia memang sudah terbiasa menghadapi situasi ini.

Berikut tiga momen saat Zidane berhasil lolos dari ancaman pemecatan dalam dua periode menangani Madrid:

1. Penghujung musim 2016-2017

Ancaman pemecatan langsung menghampiri Zidane pada musim penuh perdanannya menangani Madrid. Rumor itu muncul pada akhir April 2017 ketika persaingan kompetisi tengah mencapai klimaksnya.

Penyebab rumor itu muncul adalah karena Madrid takluk dari Barcelona di kandang sendiri. Hasil buruk pada El Clasico tersebut mengancam posisi mereka di puncak klasemen LaLiga.

Namun Zidane mampu menjadikan rumor tersebut sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik lagi. Hasilnya, Madrid mengakhiri musim dengan mengawinkan trofi LaLiga dan Liga Champions.


2. Paruh musim 2017-2018

Semusim berselang, ancaman pemecatan kembali mengintai Zidane. Kali ini rumor tersebut muncul saat kompetisi memasuki paruh musim.

Performa Madrid sepanjang paruh pertama memang mengecewakan. Mereka terseok-seok di LaLiga dengan menempati peringkat keempat dan tertinggal 16 poin dari Barcelona.

Namun Zidane kembali mampu mengamankan posisinya. Meski hanya mampu membawa Madrid finis di peringkat ketiga LaLiga, tapi ia sukses meraih trofi Liga Champions ketiga secara beruntun.

Setelah dua kali menjawab keraguan petinggi Madrid, Zidane memilih mengundurkan diri di akhir musim. Sebuah keputusan yang sangat mengejutkan kala itu.


3. Awal musim 2019-2020

Setelah mengundurkan diri, Zidane kembali ke Madrid pada Maret 2019. Ia ditargetkan membawa Los Blancos berjaya di musim 2019-2020.

Florentino Perez mempersenjatai Zidane dengan dana melimpah di bursa transfer. Sejumlah pemain bintang seperti Eden Hazard, Luka Jovic, Ferland Mendy, hingga Rodrygo didatangkan dengan total biaya mencapai lebih dari 300 juta euro,

Sayang kedatangan bintang-bintang anyar tak otomatis meningkatkan performa Madrid. Langkah mereka justru terseok-seok pada awal musim.

Dari sembilan laga pembuka LaLiga, Madrid hanya mampu mengemas lima kemenangan, tiga kali imbang dan satu kali kalah. Performa tak stabil tersebut juga menular di ajang Liga Champions dengan hanya meraih sau poin dari dua laga awal.

Rumor pemecatan pun menghantui Zidane pada Oktober 2019. Sejumlah nama calon kandidat penggantinya sudah beredar di media.

Namun Zidane kembali selamat dari lubang jarum. Ia secara perlahan membawa Madrid bangkit hingga akhirnya mengakhiri musim dengan trofi LaLiga.