Pep Guardiola

Manajer Manchester City, Pep Guardiola. (Zimbio)

Pep Guardiola bersinggungan dengan Cristiano Ronaldo ketika masih menjadi arsitek Barcelona. Ketika itu, Ronaldo merupakan pemain paling berbahaya yang dimiliki Real Madrid.

Menariknya, Guardiola hanya enam kali menghadapi CR7 di ajang La Liga. Rinciannya, Barcelona-nya Guardiola memenangi empat pertandingan, adapun Real Madrid-nya Ronaldo hanya meraih sebiji kemenangan.

Hebatnya lagi, dari enam pertandingan tersebut, Ronaldo hanya dua kali membobol gawang Los Cules. Bahkan, satu di antara dua gol tersebut diciptakan melalui titik putih. Jadi bagaimana resep Guardiola menghentikan Ronaldo?

Pada El Clasico pertama, beberapa peluang emas yang didapatkan Ronaldo berhasil dimentahkan kiper Barca, Victor Valdes. Pada akhir pertandingan, Lionel Messi dan kawan-kawan keluar sebagai pemenang dengan keunggulan 1-0.

Sementara itu, pada pertemuan kedua, Real Madrid kalah 2-0. Pada saat itu, Ronaldo tak mendapatkan asupan umpan yang cukup berkat dominasi Xavi Hernandez di lini tengah.

Dominasi Guardiola atas Ronaldo kian kentara pada 2010. Barcelona membantai El Real lima gol tanpa balas. Ronaldo yang diharapkan menjadi pendulang gol mati kutu dijaga Eric Abidal.

Penyerang tim nasional Portugal tersebut akhirnya meraih kemenangan pada El Clasico terakhir Pep Guardiola sebelum meninggalkan Barcelona pada 2013. Ronaldo mencetak gol kemenangan dan membawa El Real menaklukkan Blaugrana dalam perburuan gelar La Liga. Namun, di atas kertas buku sejarah pertarungan Ronaldo versus Guardiola, kehebatan pelatih asal Spanyol tersebut tidak terbantahkan.