BolaSkor.com - Risiko besar dari pemain bertalenta dengan bakat mendribel bola adalah rawan dilanggar lawan. Mereka acapkali menjadi target lawan untuk dihentikan dengan cara apapun, entah itu beradu kontak fisik atau melayangkan tekel.

Pada era sepak bola modern contohnya bisa dilihat pada pemain-pemain berkualitas teknik tinggi seperti Eden Hazard, Lionel Messi, Lionel Messi, dan Neymar. Biasanya mereka dijaga dua pemain lawan untuk coba merebut bola.

Kemampuan mereka untuk lolos dari kawalan lawan menjadi sajian menarik dalam pertandingan, begitu juga dengan cara lawan menghentikan mereka. Kedua hal itu saling bertolak belakang layaknya pedang (ofensif) dan perisai (defensif).

Baca Juga:

4 Pemain Cetak Hat-trick Gol di Debut Piala Dunia

Nostalgia - Lothar Matthaus, Kapten Timnas Jerman yang Bikin Diego Maradona Tak Berkutik

Kisah Maradona yang Nyaris Dikartu Merah pada Final Piala Dunia 1990

Persaingan itu bisa disaksikan di Eropa dan pertandingan di kompetisi Eropa seperti Liga Champions atau Liga Europa, namun lebih unik melihatnya di event akbar sepak bola dunia empat tahunan: Piala Dunia.

Tidak banyak pertandingan yang berlangsung selayaknya kompetisi liga, tetapi Piala Dunia menghasilkan banyak momen-momen ikonik yang ada dalam sejarah sepak bola. Salah satu hal menarik itu adalah pemain paling sering dilanggar di satu pertandingan.

Jumlahnya pun tidak main-main. Ada 53 hingga 50 pelanggaran yang diderita satu pemain di satu laga. Siapa saja? Berikut penjabaran BolaSkor.com:

1. Diego Maradona

Diego Maradona

Ada lima besar dalam kategori pelanggaran paling terbanyak di satu laga yang diterima satu pemain. Tahukah Anda jika Diego Maradona masuk ke dalamnya selama tiga kali? Ya, ikon sepak bola Argentina paling sering dilanggar di tiga edisi berbeda Piala Dunia.

Pada Piala Dunia 1982 Spanyol Maradona dilanggar 36 kali, lalu pada Piala Dunia 1986 dilanggar 53 kali, dan pada Piala Dunia 1990 dilanggar sebanyak 50 kali - total dilanggar sebanyak 109 kali di tiga laga pada tiga edisi Piala Dunia.

Pada 1982 Maradona dilanggar 36 kali pada laga melawan Italia di fase grup C. Argentina kalah 1-2 dari gol Marco Tardelli dan Antonio Cabrini yang diperkecil gol Daniel Alberto Passarella. Italia besutan Enzo Bearzot bermain dengan filosofi catenaccio yang identik dengan Gli Azzurri.

Menghentikan Maradona menjadi kunci Italia mengalahkan Argentina arahan Cesar Luis Menotti. Bakat Maradona semakin menjadikannya target di Piala Dunia 1986 dan 1990 hingga akhirnya dia menjadi bulan-bulanan lawan yang coba merebut bola dari kakinya.

Di antara tiga edisi berbeda Piala Dunia itu Maradona mampu mengakhirinya dengan raihan titel pada Piala Dunia 1986. Itu jadi titel Piala Dunia terakhir yang diraih Albiceleste dan penantian masih terus berlanjut hingga di era Lionel Messi.

2. Ariel Ortega

Ariel Ortega

Diego Maradona terkenal dengan teknik bermain dan dribel bola melewati satu-dua tiga lawan ketika bermain sebagai striker. Permainan gelandang serang yang juga dapat bermain sebagai striker Ariel Ortega juga tidak jauh berbeda.

Eks pemain Valencia, Sampdoria, Parma, dan Fenerbahce itu menghiasi sepak bola Argentina dari medio 1993 hingga 2003. Ortega pemain kreatif yang juga memiliki kemampuan teknik bagus. Itu dikombinasikan dengan kecepatan, mobilitas, dan kelebihannya mendribel bola.

Melihat kelebihannya itu wajar jika Ortega kerapkali menjadi target lawan untuk coba dihentikan. Dua kali di satu edisi Piala Dunia Ortega paling sering dilanggar di satu laga yakni pada Piala Dunia 1998 Prancis (33 kali dan 12 kali).

12 kali Ortega dilanggar ketika Argentina menang 1-0 di fase grup kontra Jepang. Ortega menjadi sasaran dua pemain Jepang, Motohiro Yamaguchi dan Eisuke Nakanishi yang sama-sama melanggarnya empat kali (dari catatan Opta). Sayang Ortega tak dapat meraih trofi dengan Argentina.

3. Osvaldo Ardiles

Osvaldo Ardiles

Piala Dunia 1978 dan berlangsung di Argentina. Perjalanan timnas Argentina berjalan baik melalui fase grup yang berisikan Brasil, Polandia, dan Peru. Sebelumnya Argentina juga mengakhiri penyisihan grup 1 yang berisikan Italia, Prancis, dan Hungaria dengan baik.

Pada laga final di Estadio Monumental, Buenos Aires, Argentina menang 3-1 atas Belanda via dua gol Mario Kempes dan satu gol Ricardo Daniel Bertoni. Pada turnamen itu juga Osvaldo Ardiles bermain.

Mantan gelandang Huracan dan Tottenham Hotspur diberkahi kemampuan teknik yang bagus hingga ia jadi target lawan. Pada satu laga Osvaldo Ardiles dilanggar lawan sebanyak 32 kali dan menempati urutan lima daftar pemain paling sering dilanggar di satu laga Piala Dunia.