BolaSkor.com - Paris Saint-Germain (PSG) akan menjamu Manchester City pada laga kedua grup A Liga Champions 2021-2022. Namun persiapan Les Parisiens menuju pertandingan ini terganggu dengan sejumlah masalah internal.

Duel PSG kontra Manchester City akan berlangsung di Parc des Princes, Rabu (29/9) pukul 02.00 dini hari WIB. Kedua tim berstatus sebagai favorit juara musim ini.

Tak heran jika laga PSG kontra Manchester City akan menarik perhatian pecinta sepak bola di seluruh dunia. Duel antara para bintang yang dimiliki kedua tim memang tak terhindarkan.

Baca Juga:

Sikap Lionel Messi yang Bikin Achraf Hakimi Terkejut

Berani Ganti Messi, Pochettino Abaikan Petuah Guardiola

Lionel Messi Bukan Alien di PSG

PSG yang akan bertindak sebagai tuan rumah tentu menargetkan kemenangan. Selain gengsi, tambahan tiga poin juga melapangkan jalan raksasa Prancis itu ke fase gugur.

Namun mengalahkan Manchester City bukan perkara mudah. Terbukti tim asuhan Mauricio Pochettino menelan kekalahan di tempat yang sama pada perempat final Liga Champions musim lalu.

Misi PSG untuk memenangi pertandingan ini akan kian berat karena kondisi internal yang kurang kondusif. Sejumlah bintang dilanda konflik yang tentu saja mempengaruhi situasi ruang ganti.

Setidaknya ada tiga masalah internal PSG yang sudah tercium publik. Berikut rinciannya:

1. Konflik Lionel Messi dan Mauricio Pochettino

Situasi ruang ganti PSG sudah memanas sejak sepekan sebelum laga kontra Manchester City. Konflik antara Lionel Messi dan Mauricio Pochettino selaku pelatih menjadi pemicunya.

Konflik keduanya berawal saat PSG bertandang ke markas Metz pada lanjutan Ligue 1. Messi terlihat tidak senang dengan keputusan Pochettino yang menariknya keluar di tengah pertandingan.

Messi bahkan terlihat mengabaikan uluran tangan Pochettino saat meninggalkan lapangan. Setelah itu pihak klub memberi informasi bahwa La Pulga mengalami cedera lutut.

Kabar ini tentu mengundang pertanyaan. Benarkah Messi mengalami cedera atau cara klub untuk menutupi konflik.

Messi menghilang dari skuat PSG saat menjamu Montpellier dalam lanjutan Ligue 1, akhir pekan kemarin. Bukan tidak mungkin mantan pemain Barcelona itu juga akan absen pada laga nanti.


2. Perseteruan Neymar dan Kylian Mbappe

Tensi ruang ganti PSG kini bertambah panas. Dua ujung tombaknya, Neymar dan Kylian Mbappe terlibat perang dingin pada laga kontra Montpellier.

Mbappe diduga tidak senang dengan sikap Neymar dalam pertandingan tersebut. Bintang berkebangsaan Brasil itu dianggap egois karena tidak memberi umpan matang kepadanya.

Salah satu momen yang membuat geram Mbappe terjadi pada menit ke-66. Saat itu Neymar memilih menyelesaikan peluang emasnya sendirian ketimbang memberi umpan kepada Mbappe dan Angel Di Maria yang bebas dan lebih berpeluang mencetak gol.

Saat ditarik keluar lapangan pada menit ke-88, Mbappe curhat ke rekan setimnya, Idrissa Gueye. Ia menyebut Neymar tidak memberi bola kepadanya.

Gerak bibir Mbappe itu mampu dibaca oleh media. Pernyataan pemain berusia 22 tahun tersebut pun sudah diketahui publik termasuk Neymar.

Belum diketahui hubungan keduanya usai insiden ini. Hal itu mungkin akan terlihat dalam pertandingan kontra Manchester City.


3. Polemik Kiper Utama

Satu permasalahan lain yang memanaskan tensi ruang ganti PSG adalah polemik kiper utama. Gianluigi Donnarumma dikabarkan mulai tidak senang dengan kondisinya yang hanya menjadi kiper kedua.

Donnarumma sejauh ini baru tampil dua kali dari sepuluh laga yang dimainkan PSG di semua kompetisi. Pochettino masih lebih mempercayai Keylor Navas untuk mengemban tanggung jawab sebagai kiper utama.

Donnarumma datang ke PSG dengan status bebas transfer musim panas lalu. Ia membawa modal sebagai pemain terbaik Piala Eropa 2020.

Dengan kondisi tersebut, Donnarumma tentu memasang target tinggi di PSG. Ia ingin memainkan peran penting untuk membawa klub barunya meraih trofi Liga Champions yang diimpikan.

Belum diketahui apakah Donnarumma sudah mengungkapkan perasaannya ini kepada Pochettino. Yang jelas ini bukan kondisi yang bagus bagi PSG untuk mewujudkan target tingginya pada akhir musim nanti.