BolaSkor.com - Manchester United dihadapkan pada masalah besar di tengah bergulirnya musim 2019-20. Red Devils krisis striker dan mereka tak bisa lagi membeli penyerang baru karena bursa transfer musim panas telah ditutup.

Mason Greenwood, Anthony Martial, dan Marcus Rashford cedera, sementara Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez telah pergi ke Inter Milan. Betapa krisisnya penyerang Man United itu bisa dilihat ketika mereka kalah 0-2 dari West Ham United, Minggu (22/9) malam WIB.

Rashford cedera di pertandingan itu dan Ole Gunnar Solskjaer memainkan Jesse Lingard, pemain yang tidak mencetak gol atau memberikan assist sejak Desember 2018, sebagai striker.

Baca Juga:

West Ham 2-0 Man United: Rashford Cedera, Lini Depan Setan Merah Tumpul

Kedalaman Skuat Bisa Jadi Pembeda Liverpool dengan Man City dalam Perebutan Titel Premier League

Manchester United Krisis Striker, Solskjaer Tak Kunjung Menyesal Lepas Lukaku dan Sanchez

Publik bisa melihat United krisis penyerang, tapi Solskjaer malah berharap pemain-pemain yang cedera untuk segera pulih dan tersedia sebagai opsi untuk dimainkan.

"Semoga kami bisa memainkan Mason Greenwood dan Anthony Martial lebih cepat. Cedera Rashford tidak tepat pada hari ini karena dua pemain lainnya sedang absen," ucap Solskjaer selepas laga melawan West Ham.

Pemain-pemain yang cedera itu memang bisa sembuh. Tapi, selagi menanti mereka pulih, apa yang seharusnya dilakukan Solskjaer? Opsi paling realistis adalah memaksimalkan skuat yang ada, meski itu memainkan pemain yang bukan striker, atau merekrut pemain gratisan (free transfer).

Berikut tiga solusi yang dirangkum BolaSkor.com untuk Manchester United yang tengah mengalami krisis striker saat ini:

1. Dua Opsi dari Tim Muda Manchester United

D'Mani Mellor

Apabila Solskjaer benar komitmen dengan ucapannya untuk melanjutkan tradisi United, mengorbitkan pemain muda dan mengembangkannya di tim utama, maka ada dua pemain dari tim muda yang bisa dipromosikan saat ini.

Kedua pemain itu adalah Largie Ramazani dan D'Mani Mellor. Keduanya pemain muda yang berposisi sebagai penyerang. Mellor dapat bermain sebagai striker sentral atau penyerang sayap, sementara Ramazani penyerang sayap dengan dua kaki yang bagus.

Kendati berisiko memainkan pemain muda, setidaknya gaya main kedua pemain itu belum diketahui tim-tim Premier League dan bisa jadi solusi singkat di tengah krisis penyerang saaat ini. Keduanya pemain kelahiran 2000-an.