BolaSkor.com - Pertukaran pemain adalah hal yang lazim ditemukan di bursa transfer sepak bola. Kedua klub memilih saling mengoper pemain yang dianggap menguntungkan. Namun, tak jarang pilihan yang dibuat terlihat aneh.

Kabar pertukaran pemain yang sedang ramai dibicarakan saat ini adalah penyerang Barcelona, Antoine Griezmann, dengan gelandang Atletico Madrid, Saul Niguez. Kabarnya, kedua kubu sedang membahas transfer tersebut dengan intens.

Barcelona ingin melepas Griezmann karena membutuhkan ruang lebih banyak dalam hal pengeluaran gaji. Kepergian Griezmann membuat Barca lebih leluasa memberikan kontrak baru untuk Lionel Messi. Apalagi, penampilan Griezmann juga tak memuaskan usai bergabung dari Atletico Madrid.

Baca Juga:

Berpeluang Raih Ballon d'Or, Jorginho Singgung Ronaldo dan Messi

Pesta Timnas Italia: Parade Keliling Roma hingga Kunjungan Presiden

Roberto Mancini Sang Pengukir Sejarah

Sementara itu, Saul dikabarkan ingin merasakan tantangan baru. Barcelona dianggap tepat karena mendekatkan sang pemain dengan trofi.

Walhasil, pertukaran pemain kali ini dianggap akan menjadi solusi terbaik untuk kedua pihak. Namun, dalam sejarahnya, ada beberapa transfer pertukaran pemain yang terlihat aneh bila mencermati dari aspek sepak bola. Berikut tiga di antaranya:

Alexis Sanchez - Henrikh Mkhitaryan (2018)

Alexis Sanchez

Satu di antara pertukaran pemain paling mengejutkan dalam beberapa tahun terakhir adalah Alexis Sanchez yang meninggalkan Arsenal menuju Manchester United, sedangkan Henrikh Mkhitaryan ke arah sebaliknya. Kesepakatan tersebut sulit dibayangkan sebelumnya.

Sebelum pindah, Sanchez adalah pemain penting untuk Arsenal. Striker tim nasional Chile itu mengemas 80 gol dalam 166 penampilan bersama Meriam London.

Sementara itu, Henrikh Mkhitaryan gagal membuat dampak seperti yang diinginkan. Meskipun, ia berkontribusi dengan 24 gol selama lebih dari 60 laga.

Namun, kisah pertukaran berakhir pelik untuk kedua pemain. Alexis Sanchez menunjukkan penampilan merosot dengan hanya mencetak satu gol dalam 32 laga Premier League.

Pada sisi lain, Henrikh Mkhitaryan yang berharap mendapatkan lebih banyak menit bermain justru lebih sering diparkir. Walhasil, sang gelandang memilih hengkang ke AS Roma.

Arthur Melo - Miralem Pjanic (2020)

Miralem Pjanic

Barcelona membuat keputusan yang menghadirkan tanda tanya besar dengan menukar Arthur Melo demi mendapatkan Miralem Pjanic. Meskipun pada akhirnya mendapatkan uang tunai 10 juta euro, tetapi dari sudut pandang sepak bola, Barca mengambil jalan yang aneh.

Ketika itu, Arthur masih berusia 23 tahun dan membuat lebih dari 60 penampilan untuk Barcelona. Pemain asal Brasil itu dipandang sebagai satu di antara masa depan Los Cules.

Sementara itu, pemain penggantinya, Miralem Pjanic, justru sedang berjuang masuk tim utama Juventus. Pemain 30 tahun itu juga tidak memberikan kontribusi berupa gol dalam 30 penampilan terakhir bersama Juve.

Tak heran, Barcelona pun dianggap membuat keputusan yang justru merugikan di kemudian hari. Pendapat itu menjadi kenyataan karena Pjanic kesulitan menampilkan permainan terbaik. Bahkan, Barca dikabarkan ingin melepas Pjanic secara cuma-cuma demi mengurangi beban gaji.

Fabio Cannavaro - Fabian Carini (2004)

Fabio Cannavaro

Pilihan Inter Milan mengirim bek tengah, Fabio Cannavaro, ke Juventus sebagai imbalan atas kiper asal Uruguay, Fabian Carini, membuat para pakar bursa transfer menggaruk-garuk kepala karena tidak percaya.

Akhirnya, apa yang ditakutkan pun terbukti. Carini gagal menembus tim utama Inter dengan hanya membuat empat penampilan. Sementara itu, Cannavaro berkembang menjadi satu di antara bek terbaik di Eropa.

Cannavaro pun membawa Juve meraih dua Scudetto beruntun. Bekerja sama dengan Gianluca Zambrotta, Lilian Thuram dan Gianluigi Buffon, pemenang Piala Dunia 2006 itu membuat pertahanan Juve sulit ditembus.