BolaSkor.com - FC Barcelona terus merampungkan pemain anyar yang direkrut gratisan alias tanpa bayar karena kontraknya berakhir dengan klub lain. Usai mengamankan servis Sergio Aguero dan Eric Garcia, Barca mendapatkan Memphis Depay.

"FC Barcelona dan Memphis Depay telah mencapai kesepakatan bagi pemain untuk bergabung dengan klub setelah kontraknya dengan Olympique Lyonnais berakhir. Sang pemain akan menandatangani kontrak hingga akhir musim 2022-2023," tutur pernyataan resmi Barcelona.

Depay sudah lama diinginkan Ronald Koeman di Barcelona sejak musim panas lalu. Kedatangannya akan menambah persaingan ketat di lini depan Barcelona serta menambah kedalaman skuad yang musim lalu memenangi Copa del Rey.

Baca Juga:

Permintaan Khusus Penggawa Anyar Barcelona: Panggil Saya Memphis, Jangan Depay

Memphis Depay Resmi Jadi Rekrutan Anyar Keempat Barcelona

Ronald Koeman Ingin Masa Depan Messi Segera Diputuskan

Memphis Depay dan Gini Wijnaldum

Kedatangan Depay ke Barcelona menyusul kegagalan kompatriotnya Georginio Wijnaldum yang lebih memilih PSG (Paris Saint-Germain) ketimban Barcelona. Depay mengenakan seragam Barcelona tak pernah terduga sebelumnya.

Pasalnya sang pemain di masa lalu pernah gagal bersama Manchester United. Akan tapi waktu telah banyak berlalu semenjak saat itu dan Depay telah berkembang. Berikut alasan mengapa Barca tepat merekrutnya:

1. Transformasi

Usia Depay kala gabung Man United pada 2015 berumur 21 tahun dan selama dua tahun di sana ekspektasi kepadanya terlalu besar, alhasil Depay gagal mengulangi penampilan apiknya seperti di PSV Eindhoven.

"Saya pikir itu tergantung pada banyak hal. Waktu, waktu dan tempat yang tepat, dan kedewasaan, dia mungkin pergi ke sana (United) terlalu muda. Dan pembinaan, pembinaan yang tepat pada waktu yang tepat," tutur legenda MU, Rio Ferdinand.

Angka tidak berbohong. Depay musim lalu mengakhiri musim dengan 22 gol dari 40 laga dengan Lyon (20 di Ligue 1), terpaut tujuh gol kurang dari Kylian Mbappe. Dari 21 laga dengan timnas Belanda Depay juga punya 13 gol dan 14 assists. Itu sudah memperlihatkan transformasinya.

2. Versatile

Aguero sudah mengisi posisi penyerang tengah yang dibutuhkan Barca sejak Luis Suarez pergi. Kedatangan Depay akan melengkapi persaingan di lini depan. Koeman bisa turun dengan taktik 4-3-3 atau 3-4-3.

Depay penyerang hybrid yang dapat bermain di sisi sayap dan juga sentral sebagai penyerang kedua. Kemampuan itu sudah dipahami Koeman kala ia melatih timnas Belanda.

3. Karakter

Terlepas dari kegagalannya di MU dan juga lifestyle di luar lapangan laga, Depay berkembang sebagai pemain yang lebih dewasa dan bahkan kini menjadi ujung tombak andalan Belanda di lini depan pada ajang Piala Eropa 2020.

Depay terkoneksi dengan fans baik dan tahu bagaimana menghadapi mereka. Itu syarat bagus baginya bermain di Barcelona dan bersanding dengan megabintang seperti Lionel Messi.

4. Belajar dari Kegagalan

Masa-masanya bersama Man United menjadi pembelajaran bagi Depay dalam proses perkembangannya. Kini Depay menjadi sosok yang berbeda dan publik melihatnya semakin dewasa pada usia 27 tahun.

Barcelona merekrutnya dengan bijak dan beruntung mendapatkannya gratis, sebab Depay bisa saja berharga mahal jika dibeli di bursa transfer pemain mengingat usia dan kualitas yang dimilikinya itu.