BolaSkor.com - Selepas kekalahan 0-5 dari Liverpool manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer sangat disorot dengan isu pemecatan yang berkembang di Inggris. Kekalahan itu bukan sekedar kehilangan tiga poin dari United.

Red Devils kalah dari rival abadi di Inggris, tidak berdaya, dan tidak memperlihatkan asa untuk memenangi laga. Tak diragukan lagi selain kekalahan 1-6 dari Manchester City, kekalahan tersebut menjadi sejarah gelap dalam sejarah United.

Situasi namun berubah drastis. Sempat dikaitkan dengan Antonio Conte sebagai pengganti Solskjaer, Conte pada akhirnya mendarat ke Tottenham Hotspur sebagai pengganti Nuno Espirito Santo.

United memercayai Solskjaer dan selepas kekalahan di Old Trafford itu, United menang 3-0 atas Tottenham Hotspur dan imbang 2-2 melawan Atalanta di Liga Champions. Untuk sementara pekerjaannya aman.

Baca Juga:

Kisah Sancho dan Van de Beek: Minim Bermain, tetapi Punya Dampak Besar

Solskjaer Beri Peringatan kepada Pemain Cadangan Manchester United

Kemampuan Solskjaer Mulai Diragukan Pemain Manchester United

Akan tapi ada sejumlah alasan bagi United untuk terus memercayai Solskjaer, meski penampilan tim belum sepenuhnya memperlihatkan permainan kolektif dan masih inkonsisten. Berikut alasan-alasannya:

1. Tahu Kultur Man United

Mengetahui sejarah dan kultur klub bukan jaminan kesuksesan untuk United, tapi setidaknya Solskjaer paham tuntutan yang datang dari fans untuk tim yang sudah memenangi 20 titel Premier League.

Solskjaer memiliki mentalitas United yang tidak pernah menyerah dalam kondisi apapun, sebab ia legenda United dengan pencapaian terbesar treble winners pada 1999.

"Ole akan tetap memiliki rasa hormat setelah penampilan buruk karena ada beberapa koneksi," kata Louis Saha, eks striker United dikutip dari Goal.

“Dia memahami para penggemar, dia mengerti apa yang diharapkan, budaya, gaya permainan yang dibutuhkan pemain dan klub. Jadi untuk itu, dia telah meningkatkan tim dan tidak ada yang bisa menantangnya."

2. Hormati Kontrak

Manajer asal Norwegia punya kontrak hingga 2024 setelah diperpanjang, dengan opsi perpanjang setahun hingga 2025. Kontrak itu harus dihormati meski dalam perjalanannya United mengalami fase naik turun.

Solskjaer sudah dua tahun setengah menangani United sejak datang pada Desember 2018. Jika Jurgen Klopp sukses di Liverpool setelah lima tahun lebih menangani klub, meraih titel Premier League dan Liga Champions, United sedianya melakukan hal yang sama kepada Solskjaer.

3. Budaya Man United

Sir Alex Ferguson dan Ole Gunnar Solskjaer

Berkaca dari pengalaman kala United mendepak David Moyes, Louis van Gaal, dan Jose Mourinho, hal serupa sedianya tak terjadi kepada Solskjaer. Terlebih ada budaya di United berupa pesan dari Sir Alex Ferguson.

"Saya ingin mengingatkan Anda bahwa klub ini mendukung saya di saat-saat buruk, para pemain dan staf. Tugas Anda (fans dan klub) sekarang adalah mendukung manajer baru," ucap Ferguson di pidato terakhirnya pada 2013 sebelum pensiun sebagai manajer klub.

4. Perkembangan dan Situasi di Kamar Ganti Pemain

Meski beberapa pemain jarang main seperti Donny van de Beek, Jadon Sancho, Eric Bailly, dan Alex Telles, Solskjaer mampu menangkal sorotan dari luar yang dapat menambah tekanan dan menjaga suasana tetap kondusif di kamar ganti pemain.

Tidak ada drama seperti halnya kala Mourinho ribut dengan Paul Pogba di sesi latihan, serta momen ketika Van Gaal menyingkirkan pemain-pemain dari tim utama. Perkembangan itu sedianya bagus untuk United.