BolaSkor.com - Keputusan Barcelona menunjuk Xavi Hernandez menimbulkan euforia tersendiri di kalangan suporter setianya. Cules tentu berharap pria berusia 41 tahun itu bisa mengikuti jejak Pep Guardiola.

Guardiola merupakan salah satu pelatih tersukses yang dimiliki Barcelona. Ia total mempersembahkan 14 trofi dalam empat musim kepemimpinannya.

Guardiola kini juga berevolusi sebagai salah satu juru taktik terbaik di dunia. Ia tercatat selalu mampu mempersembahkan trofi untuk tim-tim yang ditanganinya.

Baca Juga:

10 Masalah yang Harus Segera Diselesaikan Xavi di Barcelona

Presiden Barcelona Tentukan Target Minimal di Musim Perdana Xavi

Ambisi Xavi Hernandez Lepas dari Bayang-bayang Guardiola

Padahal keputusan Barcelona menunjuk Guardiola sebagai pelatih awalnya merupakan sebuah perjudian. Itu karena yang bersangkutan minim pengalaman.

Sebelum menangani Lionel Messi dan kawan-kawan, Guardiola baru satu musim menjalani karier kepelatihan bersama Barcelona B.

Xavi tentu diharapkan bisa mengulangi pencapaian Guardiola tersebut. Apalagi ada kemiripan dalam jalan karier kepelatihan keduanya.

Xavi memang masih minim pengalaman di dunia kepelatihan. Barcelona juga merupakan klub Eropa pertama yang diasuhnya.

Meski begitu, Xavi punya sejumlah modal untuk menyamai atau bahkan melebihi prestasi Guardiola. Berikut ini empat di antaranya:

1. Pernah dilatih Guardiola

Xavi tentu tahu betul cara Guardiola meraih sukses di Barcelona. Hal itu tak lepas dari statusnya sebagai pemain kunci dalam era tersebut.

Xavi sedikit banyak tahu cara Guardiola menuntun Barcelona ke era kejayaan. Ia hanya perlu mengikuti hal itu dengan sejumlah modifikasi sesuai karakternya.


2. Paham filosofi tiki-taka

Xavi juga sangat paham dengan filosofi tiki-taka yang sudah mendarah daging dalam permainan Barcelona. Ia memang merupakan jebolan akademi La Masia.

Tak hanya itu, Xavi juga salah satu gelandang yang mampu menjalankan filosofi tiki-taka dengan baik. Deretan gelar yang diraihnya bersama Barcelona semasa bermain menjadi tolak ukur.


3. Lebih Berpengalaman

Jika dibandingkan dengan Guardiola, Xavi tentu lebih berpengalaman saat mengambil tugas sebagai pelatih Barcelona. Itu karena dirinya sudah dua musim menjadi pelatih tim utama.

Xavi memang hanya melatih tim Qatar, Al Sadd. Namun ia sudah punya pengalaman memimpin sebuah tim profesional.

Tak hanya itu, Xavi juga sudah menjadi pelatih dengan mental juara usai mempersembahkan tujuh trofi untuk Al Sadd. Hal ini harusnya membuatnya lebih percaya diri di Barcelona.


4. Tradisi

Barcelona punya tradisi unik saat menunjuk mantan gelandangnya sebagai pelatih. Kesuksesan seolah menjadi jaminan.

Nama-nama seperti Johan Cruyff, Guardiola, dan Luis Enrique menjadi contoh terbaik dari tradisi ini. Jadi jangan terkejut jika Xavi melanjutkan kesuksesan para seniornya.