BolaSkor.com - Penantian panjang tim tradisional dan bersejarah Inggris, Leeds United untuk promosi ke Premier League telah berakhir setelah 16 tahun lamanya. Di bawah arahan Marcelo Bielsa The Whites - julukan Leeds - promosi untuk musim 2020-21.

Leeds lolos sebagai juara Championship dengan catatan 93 poin hasil dari 28 kemenangan, sembilan hasil imbang, sembilan kekalahan, mencetak 77 gol dan kebobolan 35 gol. Leeds lolos bersama West Bromwich Albion dan menanti pemenang play-off untuk tiket promosi ketiga.

Keberadaan sosok Bielsa plus status Leeds sebagai tim populer di Inggris sudah dinanti oleh pecinta sepak bola Premier League musim depan. Bielsa yang juga dikagumi oleh banyak manajer - termasuk Pep Guardiola - menyulap Leeds jadi kekuatan yang kolektif tanpa mengandalkan pemain bintang.

Baca Juga:

16 Tahun Penantian Berakhir, Leeds United Kembali ke Premier League

Dari Ridsdale ke Radrizzani, Secuplik Kisah Pasang Surut Leeds United

7 Momen Krusial Marcelo Bielsa Antarkan Leeds United Promosi ke Premier League

Akan tapi dalam skuat terkini ada satu nama yang menarik. Dia adalah bek berusia 20 tahun, Pascal Struijk. Namanya bisa jadi masih asing di telinga pecinta sepak bola, namun faktanya dia cukup menarik karena punya darah keturunan orang Indonesia.

Berikut BolaSkor.com menjabarkan fakta-fakta menarik mengenai Pascal Struijk:

1. Asal Keturunan Indonesia

Pascal Struijk

Lahir di Deurne, Belgia pada 11 Agustus 1999, Pascal Struijk memiliki tiga kewarganegaraan dan bisa membela timnas senior Belanda, Belgia, dan Indonesia. Meski lahir di Belgia Struijk telah membela timnas Belanda U-17. Lantas darimana keturunan Indonesia ada dalam dirinya?

Struijk bercerita kepada Sportmagazine bahwa garis keturunan Indonesia ada dalam dirinya dari kakek nenek. Keduanya dahulu berada di Indonesia sebelum pergi ke Belanda.

"Ya (Struijk punya keturunan Indonesia) dari kakek nenek saya yang meninggalkan Hindia Belanda (nama Indonesia di masa lalu) ke Belanda. Saya punya koneksi dengan Indonesia, namun saat ini saya lebih terlibat dengan Belanda dan Belgia," tutur Struijk.

"Di Indonesia mereka tampaknya sadar bahwa saya memiliki darah Indonesia. Tidak tahu bagaimana mereka mengetahuinya."

Fakta itu memperpanjang daftar pemain-pemain Eropa yang berkarier sebagai pesepak bola dan memiliki darah keturunan Indonesia.

2. Gaya Main Virgil van Dijk

Virgil van Dijk

Secara blakblakan Pascal Struijk mengakui gaya mainnya sama dengan bek Liverpool, Virgil van Dijk. Keduanya punya postur tubuh tinggi (Struijk bertinggi badan 190 cm) dan sama-sama punya kewarganegaraan Belanda.

Struijk mengaku ingin mengikuti jejak sukses Van Dijk yang sudah memenangi titel Premier League dan Liga Champions bersama Liverpool.

"Dalam hal gaya main, saya lebih mirip seperti Virgil van Dijk yang bisa tetap tenang dalam menahan bola dan kuat di (duel bola) udara," imbuh Pascal Struijk.

"Tetapi saya sadar bila setiap bek Belanda yang besar dan kuat pasti akan selalu disandingkan dengan Virgil van Dijk. Dia adalah bos buat saya. Tak perlu diragukan lagi ia bek terbaik di dunia saat ini, akan sangat baik bila saya mengikuti jejaknya."

3. Produk Akademi Ajax Amsterdam

Pascal Struijk

Tak pernah ada keraguan untuk produk akademi Ajax Amsterdam, salah satu akademi terbaik di Eropa dan dunia. Struijk ternyata juga alumni akademi Ajax yang bermain di sana pada medio 2016-2018 setelah sebelumnya di akademi ADO Den Haag (2014-2016).

Struijk baru datang ke Leeds United pada 2018 dan menerima kontrak profesional dengan durasi tiga tahun. Debutnya di tim utama terjadi pada Maret 2018 di bawah arahan Bielsa.

4. Marcelo Bielsa Percaya Pascal Struijk

Musim ini Struijk dipercaya tampil lima kali di Championship dengan total penampilan 215 menit. Catatan itu sudah bagus untuk pemain muda yang baru berumur 20 tahun dan bukti bahwa Bielsa percaya kepada kualitasnya.

Bahkan di semifinal play-off melawan Derby County musim lalu dalam perebutan tiket promosi, Bielsa menempatkan Struijk di bangku cadangan.