BolaSkor.com - Laga bertajuk Boxing Day kembali mewarnai ketatnya persaingan Premier League musim 2020-2021. Ini merupakan salah satu daya tarik dan keunikan sepak bola Inggris.

Dalam sejarahnya, Boxing Day merupakan salah satu tradisi dalam merayakan Natal yang tidak ada kaitannya dengan sepak bola. Momen ini dilakukan sehari setelah malam Natal yang diisi dengan acara bertukar kado.

Dahulu, Boxing Day merupakan hari libur untuk para pelayan atau kaum buruh. Mereka kemudian menerima hadiah dari bos atau perusahaan tempat mereka bekerja.

Baca Juga:

Sederet Catatan Menarik dari 8 Gol di Laga MU Vs Leeds

Takumi Minamino dan 6 Pemain dari Jepang yang Mencetak Gol di Premier League

Jose Mourinho Punya Pendapat Unik tentang Statistik dan Penguasaan Bola

Terkait sepak bola, Federasi sepak bola Inggris (FA) sudah mempopulerkan tradisi Boxing Day sejak tahun 1860. Mereka sengaja menggelar pertandingan pada tanggal 26 Desember untuk memberi hiburan kepada masyarakat yang menikmati hari libur.

Tradisi itu terus berlangsung hingga sekarang saat sepak bola sudah menjadi sebuah industri. Meskipun periode Boxing Day kerap mengundang pro dan kontra karena membuat pemain kelelahan.

Namun periode Boxing Day pada musim ini akan sedikit berbeda. Hal itu tak lepas dari kondisi yang tengah melanda dunia.

Berikut empat perbedaan yang akan tersaji pada Boxing Day musim 2020-2021:

1. Berlangsung di masa pandemi

Salah satu hal yang akan membuat Boxing Day tahun ini adalah karena masih berlangsungnya masa pandemi. Jumlah kasus positif virus corona di Inggris memang kembali meningkat.

Hal ini membuat pergerakan manusia dibatasi dengan berbagai protokol yang ketat. Para pemain dan suporter tentu akan merasakan pengalaman yang sangat berbeda dalam Boxing Day tahun ini.

Klub-klub Premier League juga telah membatalkan sejumlah tradisi dalam merayakan natal karena alasan yang sama. Makna boxing boy pun menjadi kurang bisa dinikmati.

2. Stadion tidak akan dipenuhi suporter

Boxing day sejatinya merupakan momen berkumpul dengan orang-orang tercinta. Tak heran jika pada momen ini stadion dipilih sebagai tempat untuk berkumpul sekaligus mendukung tim kesayangan berlaga.

Namun pemandangan seperti itu tidak akan terjadi pada tahun ini. Pemerintah Inggris masih membatasi jumlah suporter yang diperbolehkan hadir di stadion.

Bahkan ada beberapa daerah yang masih tidak diizinkan mendatangkan penonton ke stadion. Hal itu tentu akan membuat momen boxing day terasa hambar meski para suporter masih bisa menyaksikan timnya berlaga lewat layar televisi.


3. Arsenal vs Chelsea pertama di Boxing day dalam 19 tahun terakhir

Operator Premier League tidak sembarangan mengatur jadwal dalam periode boxing day. Semua pertandingan yang digelar pada 26 Desember memiliki ciri khas.

Premier League biasa memasangkan dua tim dengan jaral yang tidak terlalu jauh. Hal ini agar memudahkan penonton kedua tim untuk pergi mendukung tim kesayangannya.

Meski begitu, Premier League sangat jarang mempertemukan dua tim sekota dengan rivalitas sengit pada laga boxing day. Salah satunya adalah Derby London antara Arsenal kontra Chelsea.

Terakhir kali kedua tim bertemu pada 26 Desember terjadi pada 2001 silam. Musim ini menjadi momen pertemuan kedua tim di boxing day dalam 19 tahun terakhir.


4. Belum ada juara paruh musim

Liverpool

Boxing day biasanya digelar saat Premier League memasuki pekan ke-18 atau 19. Artinya, kompetisi sudah berjalan setengah jalan sehingga ada yang berstatus juara paruh musim.

Namun hal itu tak terjadi tahun ini. Molornya kompetisi musim 2020-2021 akibat masa pandemi membuat Premier League baru akan memainkan pekan ke-15 pada boxing day nanti.

Padahal status juara paruh musim ketika natal tiba bisa menjadi pertanda dari akhir kompetisi. Biasanya, klub yang menyandang predikat tersebut saat perayaan natal akan merebut gelar juara.

Musim lalu Liverpool menjadi juara paruh musim saat perayaan Natal tiba. The Reds pun mempertahankan posisi puncak hingga akhir kompetisi.