BolaSkor.com - Arsenal membuat sebuah gebrakan pada deadline transfer musim panas 2021. The Gunners memboyong bek baru asal Jepang, Takehiro Tomiyasu.

Tomiyasu direkrut Arsenal dari klub Serie A, Bologna. Klub asal London Utara itu dikabarkan harus merogoh kocek sebesar 23 juta euro untuk mewujudkan transfer ini.

Perekrutan Tomiyasu cukup mengejutkan karena Arsenal sudah membeli Ben White dengan harga mahal sebelumnya. Ini menunjukkan Mikel Arteta belum puas dengan barisan pertahanan yang dimilikinya.

Baca Juga:

Aktif Jelang Penutupan Transfer, Arsenal Gaet Bek Bologna Asal Jepang, Takehiro Tomiyasu

Menilik Kehebohan Transfer Pemain Arsenal

Capek-capek Curhat di Medsos, Maitland-Niles Bertahan di Arsenal

Lini belakang Arsenal memang terlihat rapuh pada tiga laga perdana Premier League 2021-2022. Gawang mereka sudah kebobolan sembilan gol atau rata-rata tiga gol dalam setiap pertandingan.

Torehan itu membuat pertahanan Arsenal menjadi yang terburuk kedua. Mereka hanya lebih baik dari Norwich City yang kebobolan sepuluh gol.

Meski begitu, perekrutan Tomiyasu bukannya tanpa risiko. Latar belakangnya sebagai pemain dari Asia akan menjadi sorotan lebih.

Nama Tomiyasu punya sejumlah amunisi untuk sukses di Arsenal. Berikut beberapa di antaranya:

1. Multifungsi

Sepak terjang Tomiyasu memang kurang tersorot di Serie A. Namun ia memiliki kualitas sebagai bek modern.

Tomiyasu memiliki kemampuan untuk bermain di semua posisi sektor pertahanan. Hal itu akan sangat membantu Arsenal yang kerap mengalami krisis pemain di lini pertahanan.


2. Fisik Ideal dan Kecepatan

Tomiyasu merupakan seorang bek yang dianugerahi postur tubuh ideal. Tinggi yang mencapai 188 cm membuatnya tidak akan kesulitan melakoni duel udara yang banyak tersaji di Premier League.

Selain itu, Tomiyasu juga punya kecepatan di atas rata-rata. Kemampuan ini sangat dibutuhkan jika nantinya ia dimainkan sebagai seorang bek sayap.


3. Paham Kultur Eropa

Tomiyasu diprediksi tidak akan membutuhkan waktu adaptasi yang lama bersama Arsenal. Masalah ini biasa mengiringi kedatangan pemain asal Asia.

Tomiyasu sudah terbiasa dengan kultur Eropa karena sudah berkarier di benua biru sejak berusia 19 tahun. Ia mengawali kiprahnya di Belgia bersama Sint-Truiden.

Modal tersebut sangat penting bagi Toyimasu untuk menghadapi beratnya tekanan membela klub besar. Bukan tidak mungkin ia bisa melampaui prestasi Junichi Inamoto yang kurang sukses bersama Arsenal.


4. Pengalaman Internasional

Tomiyasu mungkin masih berusia muda. Namun ia sudah kenyang pengalaman di level internasional.

Ia hampir selalu menjadi andalan Jepang di berbagai timnas kelompok umur. Sejumlah event besar seperti Piala Dunia U-20 2017, Piala Asia 2019, hingga Olimpiade 2020.

Pengalaman tersebut membuat Tomiyasu sudah biasa menghadapi pemain dengan karakter yang berbeda-beda. Ini sangat penting karena premier League juga memiliki banyak pemain asing dari berbagai belahan dunia.