BolaSkor.com - Tanda tanya soal nasib Mesut Ozil di Arsenal masih belum terjawab dengan jelas. Meski jelas dalam kondisi bugar Ozil masih saja belum muncul dalam skuad asuhan Mikel Arteta.

Sejak pertama kali bergabung dengan Arsenal pada 2013, Mesut Ozil memang acap menjadi berita utama. Keberadaannya di Arsenal juga mendapatkan sambutan beragam. Dia menjadi pahlawan yang dipuja ketika tampil bagus dan Arsenal meraih kemenangan. Namun Ozil selalu menjadi kambing hitam saat The Gunners tampil buruk.

Pasukan Mikel Arteta telah berjuang untuk menciptakan peluang dalam beberapa bulan terakhir. Dengan stok pemain penyerang seperti Bukayo Saka dan Nicolas Pepe, banyak penggemar masih mempertanyakan mengapa Ozil dikeluarkan dari skuad. Arsenal butuh pemain yang mampu menciptakan peluang.

Tidak ada pernyataan yang jelas, baik dari Arsenal ataupun sang pemain. Mengapa Ozil masih saja tidak masuk ke dalam skuad? Berikut empat hal yang mungkin menjadi alasannya seperti dilansir FourFourTwo.

Baca Juga:

Untuk Kesekian Kalinya Jamie Vardy Jadi Mimpi Buruk Arsenal

Disia-siakan, Mesut Ozil Ungkap Rasa Cintanya kepada Arsenal Lewat Surat Istimewa

Mikel Arteta Tegaskan Polemik Mesut Ozil Tak Ganggu Fokus Arsenal

1. Alasan Kontrak

Pada 2018, Arsenal menghadapi risiko kehilangan talenta kelas dunia mereka, Alexis Sanchez dan Mesut Ozil. CEO Ivan Gazidis dan manajer Arsene Wenger setuju untuk menawarkan kontrak senilai 350.000 poundsterling seminggu berdurasi tiga tahun kepada Ozil. Sementara Sanchez meninggalkan klub.

Saat itu, penting bagi Arsenal untuk membuktikan bahwa mereka masih memiliki daya tarik untuk mempertahankan bintang. Namun, Gazidis dan Wenger keluar meninggalkan Arsenal. Pelatih baru Unai Emery memilih tidak menurunkan pemain dengan bayaran tertinggi di Emirates.

Ada desas-desus bahwa Emery tidak menyukai gaya bermain Ozil dan bahwa Raul Sanllehi, pengganti Gazidis, juga tidak menyukai Ozil. Saat ini, Sanllehi dan Emery sudah tidak ada lagi di Arsenal, tapi Ozil masih belum beranjak.

Belakangan muncul isu yang mengatakan, sebagian besar dari 350.000 pound bayaran Ozil bergantung pada penampilannya dalam tim. Mungkin dia juga mendapat bonus gol atau assist. Dengan Arsenal yang sekarang menghabiskan lebih dari 200.000 pound seminggu untuk kontrak baru Pierre-Emerick Aubameyang, apakah mereka mampu untuk memainkan Ozil bersamaan?


2. Politik

Dalam salah satu konflik media sosial paling kontroversial di Premier League, Mesut Ozil tampaknya berselisih dengan petinggi dan pemilik Arsenal pada Desember tahun lalu sehubungan dengan keprihatinan Ozil atas penderitaan Muslim Uighur di China.

Ozil, yang seorang Muslim, berbicara di jejaring sosialnya tentang situasi ini, hanya mendapat reaksi keras dari media China. Arsenal kemudian mengipasi bara api dengan mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bahwa sebagai klub sepak bola, Arsenal selalu berpegang pada prinsip tidak melibatkan diri dalam politik.

Banyak pendukung Arsenal beranggapan hal ini berkaitan dengan pembekuan sang pemain. Terlepas dari fakta bahwa Ozil bermain secara reguler di bawah Arteta setelah insiden ini. Ozil sendiri tampaknya setuju Arsenal dengan mengatakan, "Saya akan terus berlatih sebaik mungkin dan sedapat mungkin menggunakan suara saya untuk melawan ketidakmanusiawian dan untuk keadilan".


3. Penurunan Kemampuan

Tidaklah berlebihan mengatakan bahwa Ozil dalam grafik menurun. Sejak menandatangani kontrak terakhirnya, dia gagal memberikan yang mendekati performa yang pernah diberikan pada tahun-tahun sebelumnya.

Di masa awal di Arsenal, Arteta mengusung pola 4-2-3-1 dengan Ozil sebagai pusat permainan. Artinya sebenarnya Arteta sudah memberi kesempatan kepada Ozil.

Seiring jalannya waktu, Arteta mulai memilih formasi 3-4-3 dan 4-3-3, pola yang sulit bagi pemain berposisi 10 seperti Ozil. Dia tidak banyak membantu pertahanan atau transisi, dan statistik operan kuncinya menurun saat bermain di bawah Arteta.

4. Sikap

Kerja keras mengalahkan bakat saat bakat tidak bekerja keras, begitu kalimat orang bijak. Mesut Ozil telah lama dicap sebagai pemain yang malas, tetapi pembicaraan tentang sikapnya telah lama membebaninya.

Saat menjadi manajer sementara, Freddie Ljungberg menjadi orang terakhir yang secara terbuka geram atas sikap Ozil. Sebelumnya, ada juga pembicaraan tentang Ozil yang disebut tidak menunjukkan rasa hormat kepada Emery.

Arteta sejak awal telah menetapkan kerja keras dan komitmen menjadi hal yang tidak dapat dinegosiasikan. Ada kemungkinan Ozil telah gagal dalam hal ini.