BolaSkor.com - Premier League baru dimulai kembali setelah ditunda dua bulan lebih karena virus corona dan kontroversi terjadi pada laga Sheffield United kontra Aston Villa di Villa Park, Kamis (18/06) dini hari WIB.

Pertandingan itu berakhir tanpa gol namun sedianya Sheffield kehilangan tiga poin berharga yang berguna bagi mereka dalam jalur perebutan zona Eropa. Sheffield kehilangan tiga poin karena kegagalan teknologi garis gawang (hawkeye).

Tiga menit sebelum jeda paruh pertama Oliver Norwood mengambil tendangan bebas dan bola sedianya sudah melewati garis gawang sebelum ditangkap kiper Villa, Orjan Nyland. Namun entah kenapa wasit laga Michael Oliver tidak melihat itu sebagai gol.

Baca Juga:

6 Fakta Menarik dari Kemenangan Manchester City atas Arsenal

Terungkap Penyebab Teknologi Garis Gawang Tak Sahkan Gol di Laga Aston Villa Vs Sheffield United

Hasil Laga Liga-liga Eropa: Manchester City Bantai Arsenal, Atletico Madrid Kembali ke Empat Besar

Teknologi hawkeye yang seharusnya mencegah adanya kesalahan seperti itu terjadi - dikenal dengan istilah 'gol hantu' - gagal melihat bola yang sudah melewati garis gawang. Manajer Sheffield Chris Wilder hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kejadian itu.

"Saya tidak tahu harus tertawa atau menangis. Itu (gol hantu) hanya terasa seperti gol dan wasit (Michael Oliver) mengatakan itu kepada saya, tetapi Anda harus mengandalkan Hawkeye untuk membuat keputusan," tutur Wilder dikutip dari Telegraph.

"Emosi dari pemain-pemain adalah bahwa bola telah melewati batas. Kami percaya itu seharusnya dirujuk (ke VAR)."

Gol hantu laga Sheffield United vs Aston Villa

"Kami sedang menunggu seseorang di Stockley Park untuk menunjukkan sedikit keberanian dan mengatakan mereka akan membuat keputusan itu, tetapi jika mereka belum melihatnya dan tujuh kamera belum melihatnya, saya kira dia akan mengatakan bahwa itu bukan keputusan mereka untuk membuat."

"Kami pergi ke Tottenham tahun lalu, jempol kaki John Lundstram offside dan saya berkeliaran di White Hart Lane dalam hujan lebat selama 10 menit menunggu keputusan. Saya tidak mengerti mengapa saya tidak bisa menunggu 10 menit di Birmingham."

Ketika Hawkeye tak bekerja baik dan melihat bahwa gol itu sebagai gol yang sah karena telah melewati garis gawang wasit seharusnya memeriksa via VAR. Akan tapi Michael Oliver yang menentukan hasil itu tidak melihat adanya gol yang tercipta.

Pernyataan dari sudut pandang teknologi Hawkeye membetulkan bahwa teknologi itu tidak bekerja baik dan tujuh kamera yang berada di tribun juga bermasalah. Hal tersebut tak pernah terjadi pada 9.000 laga sebelumnya.

"Pada paruh pertama Aston Villa vs Sheffield United di Villa Park ada insiden garis gawang kala bola melewati garis oleh kiper Aston Villa nomor 25, Nyland."

"Ofisial laga tidak menerima sinyal untuk menyaksikan atau memberikan info melalui headset sesuai protokol Keputusan Sistem Gol (GDS). Tujuh kamera yang berlokasi di tribun sekitar gol tertutup oleh kiper, bek, dan tiang gawang."

"Level gangguan itu tidak pernah terjadi sebelumnya pada 9.000 laga pada teknologi garis gawang Hawkeye di sistem yang sudah beroperasi," demikian pernyataan dari @Hawkeye_view.

Hawkeye hanya bisa meminta maaf atas kesalahan itu kepada Sheffield United. Nasi telah menjadi bubur. Kehilangan tiga poin berharga itu bisa memengaruhi kans The Blades untuk bermain di Eropa musim depan.

Uniknya itu bukan satu-satunya momen ketika gol hantu tercipta saat teknologi garis gawang diterapkan. Ada tiga kasus di Ligue 1 Prancis yang pernah mengalami kesalahan serupa.

1. Stade Rennes vs SM Caen - September 2017

Protes pemain kepada wasit soal gol hantu

Caen menang 1-0 kontra Stade Rennes di Roazhon Park dan gol lain bisa saja tercipta di laga itu kala Remy Vercoutre meninju bola tendangan sepak pojok pemain Rennes pada menit 56. Belum ada VAR kala itu dan wasit bertanya kepada ofisial laga di pinggir lapangan.

Wasit ragu karena jam tangannya bergetar melihat adanya gol namun ia melihat bola sedianya tidak melewati garis gawang. Usai berdiskusi wasit tak melihatnya sebagai gol. Akan tapi jika melihat tayangan ulang sedianya sensor melihat tubuh Vercoutre yang masuk ke dalam gawang, bukan bola, dan teknologi melihatnya sebagai 'bola masuk'.

2. Girondins Bordeaux vs Stade Rennes - Februari 2017

Kasus serupa pernah terjadi pada Februari 2017 dan lagi-lagi melibatkan Stade Rennes. Wasit Sebastien Desiage melihat jam tangannya bergetar tanda adanya gol dan mendiskusikannya dengan ofisial laga di pinggir lapangan.

Akan tapi gol tidak diberikan untuk Rennes karena ketika peluang tercipta bola diamankan oleh kiper Bordeaux, Cedric Carrasso. Hawkeye menganggap Carasso sebagai 'bola' dan sensor salah membacanya lantaran ia mengenakan baju kuning yang sama dengan warna bola.

3. Toulouse vs Bastia - Februari 2017

Kiper Toulouse sudah berhasil mengamankan bola kala Bastia mendapatkan peluang berbahaya dari sepak pojok yang diteruskan pemain lainnya. Meski telah diamankan bola terlihat sudah melewati garis gawang.

Bastia meminta rekaman gol itu diulang, tetapi tidak ada yang ditampilkan di layar raksasa di dalam stadion. Juru bicara Bastia - setelah berbicara dengan ofisial - menuturkan teknologi yang tak berjalan baik.

"Setelah berbicara dengan kru produksi televisi, kami mendapat konfirmasi bahwa kamera teknologi garis gawang tidak berfungsi," tutur juru bicara Bastia kepada L'Equipe.