BolaSkor.com - Liga 1 2021/2022 sudah digulirka kembali pada 27 Agustus 2021 lalu. Pertandingan Bali United melawan Persik Kediri di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, menjadi laga pembukannya.

Kompetisi Liga 1 2021/2022 ini berpeluang menjadi panggung bagi para pemain-pemain muda yang saat ini sedang bermunculan di tengah para pemain senior. Hal ini memang diprediksi oleh banyak pihak, terlebih pada saat menjalani kompetisi di tengah pandemi COVID-19 seperti ini tim-tim tidak ngotot untuk belanja besar-besaran untuk mengarungi kompetisi.

Salah satu contoh adalah Persija Jakarta, hingga saat ini Macan Kemayoran sudah kehilangan 12 pemainnya. Beberapa nama di antaranya bahkan pemain berlabel starter: Evan Dimas, Marc Klok, dan Ryuji Utomo. Lantas apa Persija mengganti pemain? tapi tidak sampai sekarang.

Baca Juga:

Final Liga Champions Juventus Vs Milan Pengaruhi Karier Kiper Persija

Risna Prahalabenta Tak Menyesal Gagal Berkarier di Madura United

Manajemen Persija saat ini mengorbitkan beberapa pemain muda untuk mengarungi kompetisi. Pemain-pemain muda ini pun diluar dugaan mampu bersaing dan bisa memberikan kontribusi yang baik untuk Macan Kemayoran.

Namun bukan hanya Persija saja, nampaknya tim-tim lain pun demikian. BolaSkor.com mencoba mencari pemain-pemain muda yang diprediksi akan bersinar pada kompetisi kasta pertama di Indonesia tersebut, berikut analisisnya:

1. Braif Fatari

Pemain asal Papua ini pertama kali muncul ke sepak bola tanah air lewat program Garuda Select yang dibuat oleh PSSI untuk bisa menimba ilmu di Inggris. Sekembalinya dari Inggris Barif ternyata langsung dikontrak oleh Persija.

Selama bergabung bersama Persija, Braif selalu sibuk dengan Timnas Indonesia kelompok umur. Tapi pada akhirnya, Braif bisa menunjukan kualitasnya pada saat bermain di Piala Menpora 2021. Kala itu Braif menjadi aktor penting keberhasilan Persija meraih gelar juara.

Setelah Marc Klok hengkang ke Persib Bandung, Braif Fatari difavoritkan untuk masuk ke komposisi utama Persija. Gelandang berdarah Papua ini dapat bermain sebagai gelandang serang dengan Rohit Chand menggantikan peran Marc Klok menjadi gelandang bertahan.

Braif Fatari. (Media Persija)


2. Saddam Emiruddin Gaffar

Saddam memiliki postur yang ideal untuk menjadi penyerang meski umurnya masih tergolong muda. Saddam perlahan menjelma menjadi penyerang yang mematikan usai ditangani langsung oleh Shin Tae-yong ketika berlatih bersama di Timnas Indonesia.

Saat ini, PSS Sleman masih krisis striker asing. Penyerang asal Argentina, Nico Velez, dicoret setelah Piala Menpora 2021. Ini menjadi angin segar untuk Saddam terlebih performanya yang sedang menanjak selama bermain di Piala Menpora.

Maka dari itu, Penyerang berusia 19 tahun itu berpeluang besar menjadi penyerang utama PSS di Liga 1 nanti.

Saddam Gaffar (Instagram)


3. Kadek Agung

Kadek Agung memang tidak semudah Saddam dan Braif, namun pemain Bali United ini terbilang masih muda dan baru berusia 22 tahun. Kadeng saat ini sangat mungkin untuk bisa menembus skuat utama Bali United, terlebih pemain yang bersangkutan ini merupakan pemain berlabel Timnas Indonesia.

Kepindahan Paulo Sergio dan inkonsistensi Diego Assis dapat menjadi celah untuk Kadek Agung. Situasi ini menjadi momentum untuknya membuktikan diri kepada pelatih Stefano Cugurra bahwa dirinya telah layak diplot sebagai pemain utama.

Kadek Agung (PSSI)


4. Pratama Arhan Alif

Siapa yang tidak kenal Arhan, mungkin tahun 2020 dan 2021 menjadi tahun keemasan bagi Arhan di sepak bola Indonesia. Bagaimana tidak, selama bermain Arhan selalu menjadi pilihan utama untuk pelatih baik itu di Timnas Indonesia maupun di PSIS Semarang.

Arhan memang pemain kidal yang memiliki keistimewaan. Pemain asal Blora ini selalu bisa mencuri perhatian di setiap pertandingannya. Terlebih Arham bisa tampil mengesankan pada saat Piala Menpora 2021 lalu.

Sepanjang penampilannya di Piala Menpora Arhan berhasil mencetak dua gol. Atas performanya, ia dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Piala Menpora 2021 dan bahkan mendapatkan panggilan ke Timnas Indonesia senior di Dubai.

Pratama Arhan (PSSI)