BolaSkor.com - MotoGP 2020 bakal jadi musim penting untuk semua pembalap. Bukan hanya soal memperebutkan titel juara, masa depan mereka juga dipertaruhkan musim ini.

Pasalnya semua pembalap bakal habis kontrak penghujung tahun 2020. Dan biasanya, tim-tim elite sudah mengontrak pembalap untuk musim berikutnya di pertengahan tahun.

Jadi tidak heran, sepak terjang pembalap pada awal musim bakal sangat memengaruhi masa depan. BolaSkor.com pun menganalisa siapa-siapa saja yang akan memulai MotoGP 2020 dalam tekanan besar.

Baca Juga:

4 Hal Wajib Diketahui Menuju MotoGP 2020

5 Momen Paling Tidak Terlupakan di MotoGP pada Satu Dekade Terakhir

Alex Marquez

1. Alex Marquez

Terlepas dari titel juara dunia Moto2 2019 yang diraihnya, naik kelasnya Alex Marquez ke MotoGP 2020 dengan memperkuat Repsol Honda membuatnya dalam posisi sangat tertekan. Maklum sang kakak, Marc Marquez berstatus pembalap terhebat saat ini di MotoGP.

Alhasil publik, fan, sampai tim Honda pasti menyimpan ekspektasi Alex bisa secepat mungkin beradaptasi dengan motor Honda RC213V. Melihat kegagalan pembalap sekaliber Jorge Lorenzo musim lalu bersama Honda, tentu tugas Alex juga sangat berat.

Andai gagal menunjukkan prestasi mengkilap sampai pertengahan musim, bisa jadi Alex hanya akan memperkuat tim pabrikan Honda selama satu musim. Karena tentu banyak pembalap hebat mengincar posisinya musim 2021.

2. Fabio Quartararo

Siapa berani membantah Fabio Quartararo merupakan pembalap dengan performa paling mengejutkan di MotoGP 2019. Dia meraih hampir semua gelar prestius (kecuali juara dunia) yang bisa diraihnya.

Fabio Quartararo

Dari rookie of the year sampai pembalap independen terbaik. Namun rangkaian kesuksesan musim lalu, membuatnya bakal sangat tertekan ketika memulai MotoGP 2020. Apalagi jika awal musim, ia gagal mengulang pencapaiannya tahun lalu.

Terlebih Quartararo seakan punya kewajiban untuk menunjukkan dirinya memang pembalap hebat. Jika berhasil mengatasi segala tekanan ini, ia bisa naik kelas ke tim pabrikan Yamaha musim 2021.

3. Johann Zarco

MotoGP 2020 bakal jadi musim krusial untuk membuktikan kemampuannya masih sama seperti tahun 2017-2018, di mana Johann Zarco bisa merasakan banyak prestasi bersama tim satelit Yamaha Tech 3.

Johann Zarco

Usai memutuskan kontrak dengan tim pabrikan KTM pada pertengahan musim lalu, Zarco terbilang beruntung masih bisa mendapat tempat di tim satelit Avintia Ducati. Setelah momen menurun di MotoGP 2019, tahun ini, sekali lagi Zarco punya tekanan besar untuk membuktikan bisa kencang bersama motor Desmosedici.

Jika berhasil mengatasi tekanan dan kompetitif bersama Avintia Ducati, bukan tidak mungkin Zarco bakal mendapat kursi di tim pabrikan Ducati musim 2021. Namun tentu saja, berganti motor empat kali (2018-Yamaha, 2019-KTM dan akhir musim Honda, dan 2020-Ducati) dalam kurun waktu hanya tiga tahun di MotoGP, membuat Zarco memiliki tugas maha berat.

4. Valentino Rossi

Berbeda dengan tiga pembalap sebelumnya, tekanan yang dirasakan Valentino Rossi lebih ringan. Karena dia sendiri yang bakal memutuskan masa depannya di Yamaha. Lanjut di MotoGP 2021 atau pensiun penghujung musim ini.

Valentino Rossi

Masalahnya kebiasaan tim-tim MotoGP mengontrak pembalap pada pertengahan musim, memunculkan tekanan besar buat Rossi untuk langsung kompetitif saat memulai musim 2020. Masalahnya data statistik kini seakan tidak berpihak kepadanya.

Bayangkan kali terakhir ia mengecap kemenangan adalah MotoGP Belanda, itu terjadi pada tahun 2017. Rossi sudah menegaskan, jika sekali lagi gagal kompetitif, buat apa dirinya memperpanjang kontrak. Ya, MotoGP sedang bersiap kehilangan salah satu pembalap terbaik sepanjang sejarah olahraga ini.*

Baca Berita Selengkapnya soal MotoGP Lainnya di KabarOto.com