BolaSkor.com - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menegaskan komitmennya dalam melakukan Transformasi Sepak Bola Indonesia. Hal itu disampaikan Iriawan bertepatan dengan momentum mengenang 40 hari Tragedi Kanjuruhan pada Kamis (10/11).

Dalam pernyataannya, Iriawan menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas gugurnya 135 korban jiwa dalam peristiwa mengenaskan usai laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10).

Iriawan berharap peristiwa kelam tersebut tidak pernah terulang lagi. Pasalnya, Tragedi Kanjuruhan tidak hanya meninggalkan luka dan duka yang mendalam untuk para korban, tetapi juga pengurus PSSI dan insan sepak bola Indonesia.

"Atas nama pribadi dan segenap pengurus PSSI, saya menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban baik yang meninggal maupun yang mengalami luka-luka dalam tragedi yang terjadi di stadion Kanjuruhan 1 Oktober lalu,” kata Iriawan.

"Sepak bola adalah suatu olahraga yang dibalut seni dan keindahan yang tidak boleh dinodai oleh kekerasan, apalagi menyebabkan hilangnya nyawa, hilangnya kehidupan. Momentum itu sebaiknya kita gunakan untuk kembali merekatkan solidaritas kita semua,” ujarnya menambahkan.

Baca Juga:

Presiden Jokowi Bubuhkan Tanda Tangan, Jordi Amat dan Sandy Walsh Tinggal Diambil Sumpah WNI

Proses Naturalisasi Shayne Pattynama Masuk Tahap Persetujuan Presiden Jokowi

Iriawan juga memastikan PSSI tidak pernah meninggalkan korban Tragedi Kanjuruhan. Ini dibuktikan dengan kunjungan Iriawan beserta jajarannya ke Malang beberapa waktu lalu.

Dari sisi sepak bola, PSSI telah membentuk Satuan Tugas Transformasi Sepak Bola Indonesia bersama pemerintah dengan pendampingan FIFA dan AFC.

Satgas ini bertugas untuk merumuskan tata kelola sepak bola Indonesia menjadi lebih baik, mulai dari infrastruktur sampai perbaikan sistem keselamatan dan keamanan dalam pertandingan.

"Hal ini dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan pengendalian massa dan langkah-langkah keamanan. Gugus tugas gabungan juga akan mencakup anggota Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) serta polisi dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Iriawan.

Selanjutnya, Iriawan menegaskan bahwa seluruh rekomendasi, baik dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) maupun dari Komnas HAM, sudah diterima PSSI dan sedang dipelajari untuk ditindaklanjuti.

"Kami telah menjalankan salah satu rekomendasi yang dikeluarkan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yaitu rekomendasi untuk dilakukan Kongres Luar Biasa yang kami sampaikan sebagai hasil rapat Exco untuk mempercepat KLB."

"Keputusan KLB (Kongres Luar Biasa) juga didasarkan keinginan agar kompetisi sepak bola, sebagai marwah sepak bola, dapat bergulir kembali," ujarnya.

Iriawan menjelaskan, PSSI telah menjalankan tahapan untuk menggelar KLB sesuai statuta yang diawali dengan mengirimkan pemberitahuan ke FIFA.

"Langkah-langkah yang kami lakukan juga sesuai dengan arahan Bapak Presiden, PSSI, FIFA, Polri dan Kementerian kementerian terkait (Tim Task Force),” ujarnya.

Iriawan juga menunjukkan komitmennya dalam memberantas praktik-praktik kecurangan yang rawan terjadi dalam pertandingan sepak bola.

"Setiap wasit dikawal mulai saat memasuki arena laga, hingga selesainya laga dan saat keluar arena. Ini meghindarkan upaya-upaya yang dapat mempengaruhi pengaturan skor dalam setiap pertandingan di kompetisi sepak bola Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, PSSI juga berupaya terus mendorong tumbuhnya potensi pemain sepak bola di Indonesia melalui pembibitan usia dini di seluruh Indonesia.

Sejumlah progres dan torehan gemilang telah ditorehkan Timnas Indonesia sejak 2020, seperti gelar juara Piala AFF U-16 2022, Timnas IndonesianSenior sebagai runner-up Piala AFF 2020, Timnas Indonesia U-23 memperoleh perunggu di pentas SEA Games 2021.

Tentunya, kata dia, ini memengaruhi peringkat sepak bola Indonesia yang meningkat dari 171 menjadi 155 berdasarkan peringkat FIFA 23 Juni 2022.

"Itu semua hanya bisa diraih dan ditingkatkan melalui kompetisi yang berkelanjutan, untuk itu kami berharap pemerintah dapat segera mengaktifkan kembali kompetisi yang akan menjadi kawah candradimuka lahirnya pemain-pemain muda Garuda yang berkualitas,” ujar mantan Kapolda Metro Jaya dan Jawa Barat tersebut.

Dia menambahkan, sejumlah klub juga sudah meminta agar kompetisi segera bergulir kembali karena merasakan beratnya untuk mengaji operasional pemain, staf dan lainnya.

“Kompetisi telah menjadi ekosistem yang menggerakkan roda perekonomian di setiap daerah, sehingga dihentikannya kompetisi tentu memiliki imbas yang luar biasa bagi perekonomian,” pungkasnya.