BolaSkor.com - Pandemi virus corona masih mewabah di dunia setelah menghentikan sepak bola selama dua bulan lebih. Dua negara Eropa, Inggris dan Spanyol juga memiliki banyak kasus Covid-19. Salah satu faktor penyebaran itu disinyalir pada laga Liverpool kontra Atletico Madrid.

Liverpool menjamu Atletico Madrid di Anfield pada leg kedua 16 besar Liga Champions pada awal Maret lalu. Virus corona sudah ada kala itu namun liga-liga dan kompetisi di Eropa belum dihentikan oleh UEFA.

Liverpool tersingkir setelah kalah agregat gol 2-4 dari Atletico. Laga itu dinilai oleh Wali Kota Madrid, Jose Luis Martinez-Almeida tak seharusnya berlangsung karena banyak penggemar dari kedua tim yang menonton laga - warga asal Inggris, Spanyol, dan negara lain.

Baca Juga:

Jurgen Klopp Tak Mau Paksa Pemain Liverpool Berlatih di Masa Pandemi

UEFA Siapkan Format Baru demi Selesaikan Liga Champions 2019-2020

Nostalgia - Piala Champions 1963, Sukses Perdana AC Milan, dan Dimulainya Kutukan Bela Guttmann

Fans Atletico Madrid

"Tidak masuk akal 3.000 fans Atletico bisa bepergian ke Anfield kala itu," tutur Martinez-Almedia kepada Onda Cero.

"Itu kesalahan. Melihatnya kembali tentu saja (kesalahan), tapi saya pikir kala itu seharusnya lebih ada kehatia-hatian lebih," tambah dia.

Menurut Sunday Times data dari Edge Health, grup yang menganalisis data NHS melalui data-data terperinci, sebanyak 41 orang meninggal selepas laga di Anfield itu karena virus corona dalam kurun waktu 25 hingga 35 hari setelahnya.

Ditambahkan oleh Imperial College London dan University of Oxford, mereka mengestimasi sekitar 640.000 kasus positif virus corona di Spanyol selepas laga itu dan 100.000 di Inggris. Pasca laga itu juga banyak tempat bisnis, sekolah, restoran, dan beberapa laga ditutup.

"Jika orang telah melakukan kontak dengan virus korona karena event olahraga yang seharusnya tidak terjadi dan itu skandal," tutur Steve Rotheram kepada BBC Sport.

"Perlu diselidiki untuk mengetahui apakah beberapa dari kontaminasi ini terkait dengan pendukung Atlético. Ada area saat virus itu hadir dan Madrid adalah salah satunya," imbuh Rotheram.

Sampai saat ini (26/05) telah ditemukan 261.184 kasus virus corona di Inggris dengan kematian 36.914 orang, sementara di Spanyol sudah ditemukan 282.480 kasus dengan korban meninggal mencapai 26. 837 orang.